Showing posts with label Matematika. Show all posts
Showing posts with label Matematika. Show all posts

Saturday, August 25, 2012

Meronce Berdasarkan Bentuk, Warna, dan Ukuran

Kegiatan meronce adalah salah satu materi yang bisa diberikan pada anak usia dini. Kegiatan memasukkan manik-manik ke dalam benang ini merupakan latihan agar anak dapat berkonsentrasi. Dan yang lebih penting lagi adalah, meronce merupakan tahapan pra membaca pada anak. Lho apa hubungannya?

Kegiatan meronce sendiri mempunyai beberapa tahap perkembangan. Anak dapat dikatakan siap diajari membaca jika sudah bisa meronce dengan menggunakan pola. Karena pada tahapan ini, anak sudah bisa mulai mengklasifikasikan sesuatu. 

Suatu tahapan yang diperlukan ketika anak mulai belajar membaca. Karena dalam pelajaran membaca, anak harus bisa membedakan bentuk huruf yang berbeda-beda.

Berikut adalah tahapan dalam meronce.

TAHAP 1: Bermain mengosongkan dan mengisi

Bermain mengosongkan dan mengisi

TAHAP 2 : Merangkai, digunakan sebagai bahan main peran (misal: kalung, menuntun anjing)


TAHAP 3 : Merangkai terus menerus


TAHAP 4 : Merangkai berdasarkan warna


TAHAP 5 : Merangkai berdasarkan bentuk


TAHAP 6 : Merangkai berdasarkan pengelompokan bentuk/ warna


TAHAP 7 : Merangkai berdasarkan warna, bentuk DAN ukuran


TAHAP 8 : Membuat pola sendiri


TAHAP 9 : Membaca pola kartu dari bermacam macam tingkat kesulitan



Saturday, August 4, 2012

Pengertian Variabel, Koefisien, Konstanta, dan Suku

  1. Variabel
  2. Variabel adalah lambang pengganti suatu bilangan yang belum diketahui nilainya dengan jelas. Variabel disebut juga peubah. Variabel biasanya dilambangkan dengan huruf kecil a, b, c, … z.
    Contoh 1: Ibu membeli gula sebanyak dua kilogram, beras sebanyak lima liter dan minyak goreng sebanyak satu liter. Disini kita bisa ‘ubah’ kata gula dengan x dan beras dengan y dan minyak goreng dengan z. Sehingga belanjaan ibu bisa ditulis kedalam bentuk 2x, 5y dan z. Kalimat matematika yang mewakili total belanjaan ibu adalah 2x + 5y + z.
    2. Koefisien
    Koefisien pada bentuk aljabar adalah faktor konstanta dari variabel pada bentuk aljabar. Pada Contoh 1 terdapat tiga buah variabel, yaitu x, y dan z. Angka 2 adalah koefisien dari variabel x, angka 5 adalah koefisen dari variabel y dan koefisien dari variabel z adalah 1. Untuk lebih jelasnya, perhatikan Contoh 2:
       
    3. Konstanta Suku dari suatu bentuk aljabar yang berupa bilangan dan tidak memuat variabel disebut konstanta. Contoh 3:
     
    4. Suku Suku adalah gabungan antara variabel beserta koefisiennya dan konstanta pada bentuk aljabar yang dipisahkan oleh operasi jumlah atau selisih. Berikut tipe-tipe suku
      
    Bentuk aljabar yang mempunyai lebih dari dua suku disebut suku banyak atau polinom.
    Sumber:  istanamatematika.wordpress.com

Saturday, July 28, 2012

Membaca Diagram,Tabel, dan Grafik

Pengertian dan Definisi Diagram

 

Bagi para pelaku bisnis dan pengambil keputusan, kemampuan membaca diagram merupakan suatu keharusan. Penyajian data dalam bentuk diagram merupakan salah satu cara untuk membuat sebuah laporan menjadi lebih menarik dan lebih mudah dibaca. Sebuah diagram bisa memuat banyak informasi sehingga dibutuhkan kecermatan dan keahlian tersendiri dalam membaca diagram.

Berikut ini adalah pengertian dan definisi diagram, yang dikemukakan oleh para ahli :
  • Agus Supriatna; Diagram adalah gambaran atau sketsa untuk menerangkan hubungan antara dua hal atau lebih
  • Pustaka Widyatama; Diagram merupakan bentuk gambar yang menyatakan (berupa) data-data berfungsi menjelaskan , atau menerangkan sesuatu hal
  • Sutartini Fransiska; Diagram adalah gambar atau grafik berisi keterangan mengenai hal-hal tertentu yang menunjukkan hubungan antara besaran-besaran peubah
  • Julius Hermawan; Diagram merupakan artifak dari proses analisis
  • Agus Purwoto; Diagram merupakan alternatif penyajian data agar lebih menarik
  • Ismail Kusmayadi; Diagram adalah gambaran (buram, sketsa) untuk memperlihatkan atau menerangkan sesuatu
  • Redaksi Kawan Pustaka; Diagram adalah gambaran untuk memperlihatkan atau menerangkan sesuatu
  • Rhonda Abrams; Diagram merupakan cara yang baik untuk mengomunikasikan informasi penting atau mengesankan
  • Supadi, Sujito,Hendro Yulianto, Maas Shobirin; Diagram adalah alat yang digunakan dalam waktu singkat yang dapat menunjukkan pasangan - pasangan yang berurutan dan hubungan antara pasangan - pasangan
Membaca Tabel dan Grafik

 

Tabel adalah daftar berisi ikhtisar dari sejumlah fakta dan informasi. Bentuknya berupa kolom-kolom dan baris-baris. Biasanya fakta atau informasi itu hanya berupa nama dan bilangan yang tersusun dalam urutan kolom dan baris. Tabel merupakan alat bantu visual yang berfungsi menjelaskan suatu fakta atau informasi secara singkat, jelas, dan lebih menarik daripada kata-kata. Sajian informasi yang menggunakan tabel lebih mudah dibaca dan disimpulkan.

Grafik merupakan gambar yang terdiri atas garis dan titik-titik koordinat. Dalam grafik terdapat dua jenis garis koordinat, yakni garis koordinat X yang berposisi horisontal dan garis koordinat Y yang vertikal. Pertemuan antara setiap titik X dan Y membentuk baris-baris dan kolom-kolom.
Seperti halnya tabel, grafik merupakan media visual yang sering digunakan untuk memperjelas suatu bacaan. Grafik memungkinkan penyampaian informasi yang kompleks secara lebih mudah. Media ini dapat memberikan gambaran suatu informasi secara jelas, mudah, menarik, dan efektif.
Umumnya grafik digunakan untuk membandingkan jumlah data. Selain itu, digunakan pula untuk menunjukkan fluktuasi suatu perkembangan jumlah, misalnya dalam rentang waktu lima tahun, enam tahun, sepuluh tahun, atau lebih. Dengan grafik, perbandingan serta naik turunnya suatu jumlah data akan lebih jelas.

Langkah membaca tabel dan grafik.
  1. Bacalah judulnya. Membaca judul merupakan kegiatan penting untuk memahami isi pesannya. Resapilah isi judul tabel dan grafik yang Anda hadapi, karena judul memberikan ringkasan yang padat tentang informasi yang akan disampaikan.
  2. Bacalah keterangan yang ada di atas, di bawah atau di sisinya. Keterangan itu merupakan kunci penjelasan tentang data yang disampaikan. Keterangan itu, misalnya dalam bentuk urutan tahun, persentase, atau angka-angka.
  3. Ajukan pertanyaan tentang tujuan tabel dan grafik itu. Caranya mudah. Kalian cukup mengubah judulnya menjadi pertanyaan, misalnya di mana, seberapa banyak, berapa perkembangannya, dan seterusnya. Jawaban pertanyaan tersebut diharapkan ada dalam tabel dan grafik yang Anda hadapi.
  4. Bacalah tabel dan grafik dengan selalu mengingat tujuan Anda, informasi apa yang Anda perlukan.
Sumber: carapedia.com
             kelasmayaku.wordpress.com

Rumus Median Data Berkelompok

Median adalah datum yang membagi data menjadi dua kelompok, 50 persen data kurang dari nilai median dan 50 persen data lebih besar dari median. Pada data tunggal, pencarian nilai median dilakukan dengan cara mengurutkan data dari nilai terkecil ke nilai terbesar. Kemudian nilai tengah data yang telah diurutkan itu merupakan nilai median.

Bagaimana menentukan nilai median dari data berkelompok? Bagaimana penurunan formula nilai median untuk data berkelompok hingga menjadi rumus sebagai berikut:


KelasFrekuensiF_Kumulatif
15 – 1955
20 – 24712
25 – 291022
30 – 341537
35 – 391350
40 – 44858
45 – 49664

Bentuk histogram dari Tabel Di atas adalah:
  

Oleh karena banyaknya data 64, maka nilai median jatuh pada data ke-32. Garis merah horizontal menunjukkan posisi data ke-32 sementara garis hijau muda vertikal menunjukkan median data berkelompok dari data di atas. Jumlah kumulatif hingga kelas limit ketiga adalah 22. Berarti, posisi median berada pada data ke-10 (32 – 22) pada kelas limit keempat. Bilangan ini diperoleh dari (n/2 – Fk).
Median data berkelompok dihitung berdasarkan interpolasi dari posisi data pada kelas limit yang mengandung median. Secara matematis, persamaannya dapat ditulis sebagai berikut.
Sehingga dengan manipulasi matematik akan diperoleh persamaan:
Di mana: Lu – Lo menyatakan panjang interval kelas c dan Fk* – Fk menunjukkan frekuensi kelas limit median f0. Dengan demikian, median data berkelompok yang dihasilkan sama dengan:


Contoh Bilangan Bulat

Pengertian Bilangan Bulat

Bilangan bulat terdiri dari
- bilangan asli : 1, 2, 3, ...
- bilangan nol : 0
- bilangan negatif : ..., -3, -2, -1
Bilangan Bulat dinotasikan dengan : B = {..., -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, ...}
Bilangan lain yang berada dalam bilangan bulat, di antaranya adalah bilangan:
a. Cacah : C = {0, 1, 2, 3, 4, ...}
b. Ganjil : J = {1, 3, 5, 7, ...}
c. Genap : G = {2, 4, 6, 8, ...}
d. Cacah Kuadrat : K = {0, 1, 4, 9, ...}
e. Prima : {2, 3, 5, 7, 11, ...}
kejar paket c

Ijazah Paket A, Paket B, dan Paket C

Wednesday, July 11, 2012

Pengenalan Bentuk dan Operasi Hitung Aljabar

Sebenarnya apa itu bentuk aljabar?

Bentuk Aljabar
adalah suatu bentuk matematika yang dalam penyajianya memuat huruf-huruf yang mewakili bilangan yang belum diketahui. Bentuk aljabar biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Hal-hal yang tidak diketahui seperti banyaknya bahan bakar minyak yang dibutuhkan bis dalam tiap minggu, atau jarak tempuh dalam waktu tertentu. Dapat dicari menggunakan bentuk Aljabar.

1.   Variabel, Konstanta dan Faktor


Perhatikan bentuk aljabar berikut     5x + 3y + 9


Pada huruf x dan y disebut variabel.
Variabel adalah lambang pengganti suatu bilangan yang belum diketahui dengan jelas. Variabel mengguakan huruf kecil.

Adapun angka 9 disebut konstanta. Konstanta adalah suku dari suatu bentuk aljabar yang berupa bilangan.

Kemudian 5x dapat diuraikan menjadi 5 X x. Jadi faktor-faktor dari 5x adalah 1.5.x dan 5x. Lalu yang dimaksud Koefisien adalah faktor konstanta dari suatu suku pada bentuk aljabar.

2.   Suku Sejenis dan Tidak Sejenis

Suku  Sejenis misal :  2x dan 3x
                                 3y³ dan 5y³


Suku Tidak Sejenis misal :  x dan 2y

                                          2y³ dengan 2x².

3.   Operasi Hitung Pada Aljabar


  • Penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar
operasi penjumlahan dan pengurangan hanya dapat dilakukan oleh suku sejenis misalnya :
 
Penjumlahan

x
² + 5x + 6 + x² - 6x + 9  =  2x² + (-1x) + 15
 
Pengurangan

x
² - 81 - 9x² - 16  =  8x² - 65
  • Perkalian bentuk aljabar
Perlu diingat bahwa perkalian bilangan bulat berlaku sifat distributif.
Sifat distributif perkalian dalam penjumlahan, yait
u a X (b + c) = (a X b) + (a X c)
Sifat distributif perkalian dalam pengurangan, yaitu 
a X (b - c) = (a X b) - (a X c)
  • Pembagian bentuk aljabar
Hasil bagi dua bentuk aljabar dapat kalian peroleh dengan menentukan terlebih dahulu faktor sekutu masing-masing bentuk aljabar tersebut, kemudian melakukan pembagian pada pembilang dan penyebutnya.
  • Menentukan KPK dan FPB bentuk Aljabar
Coba kalian ingat kembali cara menentukan KPK dan FPB dari dua atau lebih bilangan bulat. Hal itu juga berlaku pada bentuk aljabar. Untuk menentukan KPK dan FPB dari bentuk aljabar dapat dilakukan dengan menyatakan bentuk-bentuk aljabar tersebut menjadi perkalian faktor-faktor primanya. Perhatikan contoh berikut:

Pengertian Suku, Faktor, dan Suku Sejenis

>> Suku adalah variabel beserta koefisiennya atau konstanta pada bentuk aljabar yang dipisahkan oleh operasi jumlah atau selisih.
  • Suku Satu (suku tunggal) adalah bentuk aljabar yang tidak dihubungkan dengan operasi jumlah atau selisih. Contoh: 2x, 5a2, -4pq, ...
  • Suku Dua (binom) adalah bentuk aljabar yang dihubungkan dengan satu operasi jumlah atau selisih. Contoh: 2x + 3y, a2 – b2, 3p2 – 5p, ...
  • Suku Tiga (trinom) adalah bentuk aljabar yang dihubungkan dengan dua operasi jumlah atau selisih. Contoh: 2x + 6y – 8, 2a2 – 8a + 4, ...
Bentuk aljabar yang memiliki lebih dari dua suku disebut suku banyak atau polinom.


>> Faktor, Memfaktorkan suatu bilangan berarti menyatakan bilangan itu sebagai bentuk perkalian, misalkan aku menyatakan bilangan 20, bilangan 20 jika kita faktorkan dapat ditulis menjadi :
·    20 = 1 x 20
·    20 = 2 x 10
·    20 = 4 x 5

Nah, dari data di atas, kita memperoleh faktor dari 20. Faktor 20 adalah 1, 2, 4, 5, dan 20. Jadi bilangan – bilangan itulah yang merupakan faktor dari 20. Maka dapat disimpulkan bahwa memfaktorkan bentuk ax + bx artinya mengubah bentuk ax + bx menjadi bentuk perkalian, yaitu :

ax + bx = x( a + b )
jadi faktor dari ax + bx adalah x dan ( a + b ).


>> Suku Sejenis adalah suku yang memiliki variabel dan pangkat dari masing-masing variabel yang sama.
Contoh: 2x2 + 3xy – 5x – 3 + 3x – x2 + 6 – 2xy
Bentuk dari aljabar diatas adalah suku polinom yang terdiri dari 6 suku. Suku yang sejenis dari bentuk aljabar tersebut adalah
  • 2x2 dan x2
  • 3xy dan -2xy
  • -5x dan 3x
  • -3 dan 6
 Suku tidak sejenis:
  • 2x2 dan -5x tidak sejenis karena pangkat dari variabel x2 dan x berbeda.
  • -5x dan 6 tidak sejenis karena 6 tidak mengandung variabel
  • 3x dan 3xy tidak sejenis karena x tidak sama dengan xy
Ijazah Paket A, Paket B, dan Paket C

Mengurutkan Pecahan dan Menentukan Letaknya Pada Garis Bilangan

A. Mengenal Pecahan dan Urutannya
Pecahan merupakan bagian dari keseluruhan. Coba lengkapi keterangan dari gambar di bawah ini untuk menyatakan besarnya bagian daerah yang diarsir dari keseluruhan lingkaran.

kejar paket c 
 Nah, setelah kamu ingat bentuk-bentuk pecahan sederhana dan cara penulisannya, mari kita belajar mengenal letak bilangan pecahan pada garis dan membandingkan pecahan.
1. Menuliskan Letak Pecahan pada Garis Bilangan Untuk menunjukkan letak suatu pecahan, mari kita gambarkan garis bilangan antara bilangan 0 dan bilangan 1.
kejar paket c

a. Di manakah letak pecahan 1 2 ?

b. Di manakah letak pecahan 1 2 3 4 4 4 , , ?
Mari kita selesaikan bersama-sama. 
a. Untuk menentukan letak pecahan 1 2 , kita bagi ruas garis bilangan antara 0 dan 1 menjadi dua bagian, sehingga diperoleh garis bilangan perduaan.
kejar paket c


Jadi, pecahan 1 2 terletak di tengah bilangan 0 dan 1.
b. Untuk menentukan letak pecahan 1 2 3 4 4 4 , , , kita bagi ruas garis bilangan antara 0 dan 1 menjadi empat bagian, sehingga diperoleh garis bilangan perempatan. Letak masing-masing pecahan 1 2 3 4 4 4 , , adalah sebagai berikut.
kejar paket c
2. Membandingkan dan Mengurutkan Pecahan Dalam bilangan pecahan dikenal pecahan-pecahan senilai,artinya pecahan-pecahan tersebut mempunyai nilai yang sama meskipun dituliskan dalam bentuk pecahan yang berbeda. Marikita perhatikan garis bilangan berikut ini.
kejar paket c




Contoh pecahan-pecahan senilai ditunjukkan dengan garis tegak putus-putus. Mari kita lengkapi pecahan-pecahan yang senilai berikut ini. 1 2 3 4 5 2 4 6 8 10 = = = = . . . . 1 2 3 6 = = . . . . 3 4 = . . . . 2 5 = Selanjutnya, bagaimana cara membandingkan pecahanpecahan yang lain? Mari kita perhatikan berikut ini. 

Contoh: Bandingkan kedua pecahan berikut. 

kejar paket c
Jawab: Untuk membandingkan pecahan, dapat kalian lihat letaknya pada garis bilangan. Semakin ke kanan, nilainya semakin besar.
kejar paket c

Mengubah Bentuk Pecahan Ke Bentuk Yang Lain

A.Mengubah suatu pecahan ke dalam bentuk pecahan biasa.
Bagaimana mengubah suatu bentuk pecahan menjadi bentuk pecahan biasa? Masing-masing pecahan mempunyai ciri khas, jadi untuk mengubah suatu pecahan menjadi bentuk pecahan biasa, dilakukan dengan cara yang berbeda-beda. 
Mari kita simak contoh-contoh berikut ini!
Contoh:
kejar paket c

B. Mengubah suatu pecahan ke dalam bentuk pecahan campuran

Bagaimana mengubah suatu bentuk pecahan menjadi bentuk pecahan campuran? Masing-masing pecahan mempunyai ciri khas, jadi untuk mengubah suatu pecahan menjadi bentuk pecahan campuran, dilakukan dengan cara yang berbeda-beda. Mari kita simak contoh-contoh berikut ini!



contoh:

kejar paket c

 

C. Mengubah suatu pecahan ke dalam bentuk pecahan desimal


Bagaimana mengubah suatu bentuk pecahan menjadi bentuk pecahan desimal? Masing-masing pecahan mempunyai ciri khas, jadi untuk mengubah suatu pecahan menjadi bentuk pecahan desimal, dilakukan dengan cara yang berbeda-beda. Mari kita simak contoh-contoh berikut ini!
Contoh:

Tuesday, July 10, 2012

Simulasi Aritmetika Sosial Tentang Kegiatan Ekonomi Sehari-hari

Aritmetika merupakan cabang dari matematika. Aritmetika disebut juga ilmu hitung. Dalam ilmu hitung dibicarakan tentang sifat-sifat bilangan, dasar-dasar pengerjaan seperti menjumlah, mengurang, membagi dan mengalikan, menarik akar dan sebagainya.

Aritmetika sosial dalam pembelajaran adalah penerapan operasi aljabar dalam kegiatan ekonomi. Diantara hal yang perlu disiapkan antara lain :

  •  Mata uang 500 rupiah, 1.000 rupiah, 2.000 rupiah, 5.000 rupiah dan 10.000 rupiah
  • Nilai Sekelompok Uang
  • Tukar Menukar Uang
Bermain simulasi transaksi jual beli.

Percakapan penjual dan pembeli.

Pembeli : “ Berapa harga kue ini pak ? “

Penjual : “ Harganya lima puluh rupiah. “

Pembeli : “ Saya membeli seratus rupiah, Pak “

Penjual : “ Ini mendapat 2 kue “

Soal Cerita.

Perhatikan soal cerita dibawah ini !
Ibu Nana membeli sebungkus cabai merah dengan harga 5.500 rupiah.
Berapa rupiahkah uang kembaliannya jika Ibu Nana membayar dengan uang 10.000 rupiah ?
Penyelesaian : 

Menghitung dahulu jumlah uangnya kemudian dikurangi harga pembelian. Cara mengerjakan menggunakan kalimat matematika.

Jawab : ( 5.000 rupiah + 5.000 rupiah ) – 5.500 rupiah = n
10.000 rupiah – 5.500 rupiah = 4.500 rupiah
Jadi uang kembaliannya 4.500 rupiah.
Menuliskan nilai mata uang rupiah
Jadi, empat ribu lima ratus rupiah ditulis Rp. 4.500,00.

Soal
  1. Seorang pedagang membeli sebuah radio dengan harga Rp.165.000, kemudian radio itu dijual dengan harga Rp.190.000. tentukan untung atau rugi pedagang itu!
  2. Harga pembelian sebuah kalkulator adalah Rp.95.000. agar memperoleh untung sebesar Rp.20.000, berapakah harga penjualannya?
Pembahasan :
1. Diketahui : harga pembelian = Rp.165.000      
Harga penjualan = Rp.190.000      
                      
Ditanya : untung atau rugi ?                                                    
Jawab : karena penjualan lebih tinggi dari harga pembelian, maka pedagang itu memperoleh untung.                                                                                      

Untung  =  harga penjualan – harga pembelian         
= Rp.190.000 – Rp165.000                         
= Rp25.000                                                    
Jumlah 25

2. Diketahui : harga pembelian = Rp95.000                                  
untung                =  Rp20.000                                   
Ditanya    : harga penjualan ?                                                       
Jawab     : karena untung, maka harga penjualan lebih tinggi dari harga   pembelian.                                                                                                  

Harga penjualan  =  harga pembelian +  untung           
= Rp95.000 + Rp20.000                  
= Rp115.000           

                         
Ijazah Paket A, Paket B, dan Paket C

Sunday, July 1, 2012

Mengenal Konsep 1- 3

Banyak cara untuk mengenalkan bilangan pada anak, namun yang paling penting lakukanlah pengenalan itu melalui sarana bermain. Karena apapun aktivitas kita sehari-hari, balita kita bisa langsung melihatnya, termasuk mengenalkan angka dan huruf. Lewat bermain, pengenalan konsep bilangan dan huruf lebih mudah diingat. Perkenalan balita dengan dua hal ini bisa menjadi bekal penting untuk pertumbuhannya.

1.       Menyentuh huruf
Siapkan 2 set mainan huruf berukuran besar. Ambil satu huruf, minta anak mengambil huruf yang sama dengan yang Anda ambil. Sebutkan nama hurufnya. Misalnya Anda mengambil huruf R, sebutkan huruf R. Minta anak mengangkat huruf R. Katakan pada anak, huruf R adalah awal dari namanya. Misal, “R. Randy.” Lakukan untuk huruf lain, bahwa huruf yang dia pegang merupakan huruf awal dari nama orang yang dia kenal.

Anak belajar: Merasai bentuk huruf dan mengenal bunyi huruf.

2.       Merangkai huruf plastik
Siapkan 2 set mainan huruf ukuran besar. Rangkai beberapa huruf menjadi kata atau nama. Misalnya, “b-o-l-a” Minta anak mengucapkan setiap huruf sesuai bunyinya.

Anak belajar: Kata dibentuk dari rangkaian huruf dan setiap huruf punya bunyi yang berbeda.

3.       Membaca huruf dari kartu huruf dan gambar
Sediakan kartu huruf bergambar. Minta anak memilih satu kartu. Sebutkan nama huruf yang tertera pada kartu, sebutkan gambarnya. Misalnya “A”, Anggur. “B”, Bola. “C”, Cacing, dan seterusnya. Cara lain adalah, susun kartu berdasar urutan alfabet. Ajarkan anak tentang urutan alfabet.

Anak belajar: Melihat bentuk huruf, mengenal bunyi huruf, dan urutan huruf.


4.        Menghitung biji-bijian.
Mengenal angka berarti mengenal konsep “banyaknya benda”. Ajarkan anak menghitung benda, bukan mengingat angka atau urutan angka. Sediakan biji kacang yang besar, yang tidak muat masuk lubang hidung dan lubang telinga. Misalnya, kacang kulit, kacang merah, sendok es krim atau stik bekas es krim. Ambil 10 buah, kemudian mulailah menghitung sendiri. Bersama anak, mulailah menghitung dari 1 sampai 10. Kombinasikan dengan mengambilnya 2 buah, minta anak menyebutkan jumlahnya.

Variasi permainan:
Ambil 5 buah biji kacang. Mulai dengan mengurangi. Ambil 2 buah biji, kemudian minta anak menghitung sisanya. Coba penambahan. Ambil 5 buah biji kacang. Pisahkan menjadi 2 dan 3. Tambahkan 2 dengan 1, minta anak menghitung jumlahnya. Minta anak melihat dari yang tampak: mana lebih banyak, 3 atau 2.
Anak belajar: Konsep membilang, konsep mengurangi dan menambah, konsep lebih banyak dan lebih sedikit.

5.        Belanja buah.
Prinsip menghitung pada anak balita adalah melihat dan menyentuh benda.  Libatkan anak berbelanja buah. Siapkan plastik, minta anak memasukkan ke dalamnya 3 buah apel berwarna pink. Siapkan kantong plastik lain, minta anak memasukkan ke dalamnya 2 buah pear warna kuning. Siapkan kantong plastik lain, minta anak memasukkan 5 buah jeruk.

Anak belajar: Konsep jumlah dan warna

6.       Mengenal bentuk angka.
Mengenalkan angka berarti juga mengenalkan konsep tulisan atau bentuk angka. Misalnya 3 = tiga buah jeruk.  Sediakan mainan angka dari bahan plastik. Sediakan benda seperti biji, buah atau sendok. Minta anak mengambil 3 buah sendok, sementara Anda mengambil angka 3. Letakkan angka 3 di dekat 3 buah benda tadi. Lakukan beberapa kali dengan jumlah yang berbeda-beda. Bergantian dengan anak, sediakan benda sejumlah tertentu, kemudian minta anak menyiapkan angka pada mainannya.

Variasi permainan:  
Gunakan kartu bergambar bertuliskan angka. Ambil satu kartu, minta anak menghitung jumlah gambar yang tercantum. Anda sebutkan angka yang tertulis pada kartu itu. Sediakan buku aktivitas yang di dalamnya terdapat gambar benda dan angka yang menunjukkan jumlah benda itu. Minta anak mengikuti bentuk angka dengan jari telunjuknya. Bila anak masih kecil, pegang tangannya, gerakkan tangannya mengikuti bentuk angka.

Anak belajar: Mengenal bentuk angka dan memahami jumlah dengan simbol angka.

7.       Memancing huruf dan angka
Buat huruf dan angka dari styrofoam tipis. Jiplakkan huruf dan angka dari bahan styrofoam tadi di atas kertas stiker spotlight beberapa warna. Buka stiker, rekatkan pada angka dan huruf. Sekarang, Anda punya huruf dan angka berwarna-warni. Ikat setiap huruf dan angka dengan tali kenur. Masukkan semua huruf dan angka ke dalam ember, dengan tali atau benang menjulur keluar. Minta anak mengambil satu. Lihat angka atau huruf yang dia ambil, bantu anak menyebut angka atau huruf yang ada di ujung tali. Lakukan beberapa kali. Ulangi permainan ini kapan pun anak ingin memainkannya.

Anak belajar: Angka dan huruf

8.        Memisahkan warna, ukuran dan bentuk. Anak-anak senang memilah mainannya dan menghitungnya satu persatu.
Gunakan kotak mainan anak yang berisi balok warna-warni. Minta anak memisahkan warna merah, kuning, biru dan hijau. Minta anak menghitung jumlah setiap warna.

Variasi:
 Pisahkan sesuai bentuk, misalnya pisahkan segi tiga dari segi empat. Pisahkan sesuai ukuran. Pisahkan yang kecil dari yang besar.

Anak belajar: Jumlah, warna, bentuk dan ukuran.

9.       Mewarnai angka dan huruf
Sediakan buku mewarnai yang terdiri dari gambar dan huruf, atau gambar dan angka. Sediakan krayon atau pinsil warna. Secara bergantian, Anda mewarnai gambarnya, sementara anak mewarnai angka atau huruf. Sebutkan bunyi huruf yang diwarnai anak. Misalnya, “H” seperti hhh. Untuk mengawali kata “handuk”. Sebutkan angka yang diwarnai anak.

Anak belajar: Bentuk angka serta bentuk huruf dan bunyi huruf.

Pakai Lagu Juga Bisa
·         Balonku Ada Lima
·         Dua Mata Saya
·         B-I-N-G-O
·         ABC

Sumber: ibudanbalita.com

Ijazah Paket A, Paket B, dan Paket C