Showing posts with label Materi 3 - 7 Tahun. Show all posts
Showing posts with label Materi 3 - 7 Tahun. Show all posts

Saturday, August 25, 2012

Mengenalkan Konsep Waktu Pada Anak


Balita masih perlu dibimbing soal pemahaman tentang konsep waktu. Karena terkadang pertanyaan tentang kapan hari ulang tahunnya terus saja ditanyakannya. Padahal kita sudah menjawabnya dengan menyebutkan satu tanggal.

Bagi anak-anak usia 3 tahunan, pengertian tentang “sekarang”, “yang lalu” dan “akan datang” masih sangat kabur. Ia hanya kenal waktu sekarang, waktu miliknya sesuai caranya berpikir yang masih sangat egosentris, berpusat kepada kebutuhannya sendiri. Kekaburan ini dapat kita amati dari pernyataan-pernyataan khas anak di rentang usia ini, seperti “Saya sudah makan besok”, atau “Kemarin saya mau mandi, lalu ikut Bunda”.

Anak perlu bantuan untuk memahami konsep “waktu” yang memang sulit bagi anak-anak usia dini karena waktu bukan sesuatu yang dapat mereka sentuh, rasakan atau eksplorasi. Latihan dan motivasi  yang kita berikan akan sangat membantu. Membantunya mengenali konsep waktu bisa dengan menyebutnya  berulang-ulang. Namun, tak perlu berharap anak segera bisa menguasai konsep ini karena ia sedang menata pemahamannya.

Bagaimana membantu anak mengembangkan pemahamannya tentang konsep “waktu”?


1. Dengan Bernyanyi

Perkenalkan nama-nama hari dalam seminggu lewat syair berirama. Kegiatan belajar dengan cara ini lebih mudah dan menyenangkan bagi anak. Manfaatkan kemampuan mengingat anak yang semakin baik. Misalnya, “Pada hari Sabtu, ayah ada acara di kantor”, atau “Hari Kamis nanti, kita ada agenda PAUD ya.." 

2. Bacakan cerita

Pilih buku cerita dengan topik terkait “waktu”. Anak akan belajar lewat cerita yang ia dengar dan gambar-gambar menarik yang ia lihat. Sekali waktu, tanyakan tentang apa yang sudah pernah kita ceritakan berulang kali untuk mengukur pemahamannya.    

3. Ngobrol seru 


Tentunya dengan sering-sering menggunakan kata yang mengandung unsur waktu. Masukkan dalam setiap pembicaraan pada anak periode waktu seperti pagi, siang, sore atau malam. Misalnya, “Selamat pagi. Pagi hari adalah saatnya kamu mandi”, “Saat perut kamu lapar dan hari terang benderang itu tandanya siang”, “Sore adalah waktunya kamu bermain dengan teman-teman di taman”, atau  “Hari sudah malam, karena itu Bunda menyalakan lampu kamar.” Menjelang usia 4 tahun, pemahaman anak bahwa sehari terdiri dari beberapa periode waktu akan semakin baik.

4. Gunakan kata-kata yang terkait waktu


Seperti menggunakan kata “kemarin”, “hari ini”, dan “besok” saat kita berbicara dengan anak. Misalnya, “Kita pergi ke kolam renang pada hari Selasa, dan itu adalah besok”, lalu kita bisa menunjuknya pada kalender agar tampak lebih konkret untuk anak. Hindari penggunaan definisi tentang waktu yang terlalu lama, misalnya “tahun depan”. Sebagai gantinya katakan, “..saat kamu pindah rumah ke Depok”, akan lebih mudah dipahami anak.   

5. Gunakan kalender spesial


Gantungkan kalender sederhana di kamarnya. Beri tanda atau tempelkan stiker menarik di hari-hari istimewanya, misalnya hari ulang tahun dan hari libur. Ajari anak memberi tanda silang pada tanggal hari itu dan hari-hari berikutnya setiap sebelum ia pergi tidur. Lebih mudah menghitung mundur hari-hari yang ia tunggu, terutama hari ulang tahunnya. Kesabaran anak pun terasah. Tanpa sadar anak mempelajari proses pencetakan tanggal-tanggal kalender yang bergerak dari kiri ke kanan.  
 

6. Gunting rantai


Untuk hari spesial, seperti hari ulang tahun anak, kita bisa membuat sesuatu yang bisa menggambarkan berlalunya waktu secara menarik dan interaktif. Misalnya, gunting kertas menjadi bentuk cukup panjang, lalu rekatkan masing-masing ujungnya setelah sebelumnya dikaitkan antara satu dengan yang lain sehingga terbentuk rantai. Bila mungkin, lakukan bersama anak. Jumlah mata rantai sesuai jumlah hari sampai hari ulang tahunnya. Khusus untuk “mata rantai” yang menunjukkan hari ulang tahunnya, buat lebih besar atau beri hiasan menarik agar tampak menonjol dibanding “mata rantai” lain. Gantungkan di tempat yang mudah terlihat dan mudah bagi anak untuk merobek atau menggunting satu demi satu “mata rantai” setiap malam. Nikmati kebahagiaan anak saat melihat “rantai” semakin pendek, yang berarti hari ulang tahunnya semakin dekat.

7. Berkenalan dengan jam


Walau belum betul-betul paham, anak  di rentang usia ini sedikit demi sedikit dapat membaca jam dengan cara sangat sederhana. Kemampuannya mengenal angka yang sudah mencapai 10 bahkan 20, membantu kepandaiannya membaca jam. Beri anak buku cerita yang dilengkapi mainan jam lengkap dengan jarum panjang dan jarum pendek. Tunjukkan cara sederhana membaca jam, yaitu hanya dengan membaca jarum pendeknya. Misalnya, bila jarum ini menunjuk angka 1, dibaca jam satu. Bila ia sudah dapat membaca jarum pendek, beri penjelasan makna jarum panjang jika jarum itu terletak di angka 6 dan 12. 
Cukup sampai di situ saja dahulu. Perlahan-lahan secara bertahap pemahaman anak tentang waktu akan meningkat.  













Sumber : ayahbunda.co.id

Meronce Berdasarkan Bentuk, Warna, dan Ukuran

Kegiatan meronce adalah salah satu materi yang bisa diberikan pada anak usia dini. Kegiatan memasukkan manik-manik ke dalam benang ini merupakan latihan agar anak dapat berkonsentrasi. Dan yang lebih penting lagi adalah, meronce merupakan tahapan pra membaca pada anak. Lho apa hubungannya?

Kegiatan meronce sendiri mempunyai beberapa tahap perkembangan. Anak dapat dikatakan siap diajari membaca jika sudah bisa meronce dengan menggunakan pola. Karena pada tahapan ini, anak sudah bisa mulai mengklasifikasikan sesuatu. 

Suatu tahapan yang diperlukan ketika anak mulai belajar membaca. Karena dalam pelajaran membaca, anak harus bisa membedakan bentuk huruf yang berbeda-beda.

Berikut adalah tahapan dalam meronce.

TAHAP 1: Bermain mengosongkan dan mengisi

Bermain mengosongkan dan mengisi

TAHAP 2 : Merangkai, digunakan sebagai bahan main peran (misal: kalung, menuntun anjing)


TAHAP 3 : Merangkai terus menerus


TAHAP 4 : Merangkai berdasarkan warna


TAHAP 5 : Merangkai berdasarkan bentuk


TAHAP 6 : Merangkai berdasarkan pengelompokan bentuk/ warna


TAHAP 7 : Merangkai berdasarkan warna, bentuk DAN ukuran


TAHAP 8 : Membuat pola sendiri


TAHAP 9 : Membaca pola kartu dari bermacam macam tingkat kesulitan



Menyebutkan Warna dan Benda


Mengajarkan warna pada anak banyak sekali cara dan strateginya. Semua yang tersedia disekitar kita dapat menjadi media untuk mengenalkan warna pada mereka. Kegiatan belajar dapat dilakukan di dalam atau di luar ruangan. Jika di dalam ruangan, kita bisa menggunakan peralatan atau benda-benda yang ada di dalam ruangan tersebut. Caranya, kita menyebutkan benda dan warnanya sekaligus dalam Bahasa Inggris. Misal, ini pensil biru (kita bisa menjelaskannya "the colour of pencil is blue"), itu buku merah(the colour of book is red). Atau bisa juga dilakukan dengan tanya jawab, misalnya: apa itu? itu meja coklat (the colour of desk is brown). Begitu seterusnya hingga anak memahami macam-macam warna sekaligus bendanya. 

Kemudian setelah kita (orangtua atau tutor) menyebutkan benda dan warnanya sekaligus, tinggal anak menyebutkannya sendiri sambil menunjuk benda dan warnanya dalam Bahasa Inggris. Lalu kita bisa saja meminta anak untuk menuliskan dalam bukunya sekaligus, sehingga anak tahu susunan hurufnya.

Kelebihan dari strategi ini adalah, anak dapat mengetahui Bahasa Inggris benda dan warnanya secara langsung (kontekstual) dan langsung mendemonstrasikan melalui lisan ataupun tulisan. Hal ini bisa juga dilakukan dengan menggunakan gambar berwarna, kertas lipat (melipat sambil belajar warna), atau power point yang menarik bagi anak.



Nah, jika di luar ruangan, anak bisa diajak ke halaman, taman, tempat parkir, atau lingkungan sekitar. Jika di taman mereka dikenalkan benda-benda yang ada di taman dengan bahasa Inggris sekaligus menyebutkan warnanya. Misalkan bunga melati putih, bunga mawar merah, batu hitam, rumput hijau, pagar oranye, pohon coklat, dan lain-lain. Dengan belajar sambil berbaur dengan alam, melalui pengenalan bermacam-macam warna pasti akan lebih mengasikan dan menarik bagi anak. Pada saat itulah disamping kita mengajarkan warna, sekaligus kita menanamkan nilai-nilai spiritual pada anak melalui kebesaran ciptaan-Nya. Selamat mencoba..

Melafalkan Angka Berdasar Tulisan


Mengajarkan anak menghafal angka dalam Bahasa Inggris untuk anak 3 sampai 7 tahun kadang menjadi sulit, karena anak sulit mengingat bagaimana cara penulisan angka-nya. Semoga format hafalan dibawah ini akan lebih memudahkan untuk mengingatnya.

Dalam menghafal angka dalam Bahasa Inggris kita hanya perlu menghafalkan angka 1-5, karena angka tersebut itulah yang nantinya akan ada perubahan bentuk. Biasanya yang sering ditemui kesalahan penulisan itu kebanyakan adalah angka 1-5, 11-15 dan 20-50.
untuk angka selanjutnya untuk belasan hanya tinggal di tambahkan akhiran ....-teen, dan untuk puluhan hanya tinggal di tambahkan ...-ty.

SATUAN
BELASAN (...teen)
PULUHAN (...ty)
1
One
11
eleven
10
Ten
2
Two
12
twelve
20
Twenty
3
Three
13
thirteen
30
Thirty
4
Four
14
fourteen
40
Forty
5
Five
15
fifteen
50
Fifty
6
Six
16
sixteen
60
Sixty
7
Seven
17
seventeen
70
Seventy
8
eight
18
eighteen
80
eighty
9
nine
19
nineteen
90
ninety




Sumber: berbagibersamadhie.blogspot.com

Mengucapkan Alphabet Bahasa Inggris Dengan Benar


Mempelajari sebuah bahasa harus dimulai dengan mengenal alfabet bahasa tersebut. Bahasa Inggris dituliskan dalam bahasa Latin sehingga alfabetnya sama dengan alfabet bahasa lain yang juga dituliskan dalam bahasa Latin, termasuk Bahasa Indonesia. Sebagai pelajaran yang paling pertama dan paling dasar anda harus mengetahui cara pelafalan (pronunciation) alfabet bahasa Inggris. 
Alfabet bahasa Inggris dan pelafalannya
HurufNama hurufPelafalan
Aa/e?/
Bbee/bi?/
Ccee/si?/
Ddee/di?/
Ee/i?/
Fef (eff sebagai kata kerja)/?f/
Ggee/d?i?/
Haitch/e?t?/
haitch terkadang dalam bahasa Inggris Australia, British dan dan Irlandia khususnya bahasa Inggris British dianggap tidak benar melafalkan huruf H dengan pelafalan ini tetapi banyak yang melakukannya/he?t?/
Ii/a?/
Jjay/d?e?/
jy dalam bahasa Inggris Skotlandia/d?a?/
Kkay/ke?/
Lel/?l/
Mem/?m/
Nen/?n/
Oo/o?/
Ppee/pi?/
Qcue/kju?/
Rar/?r/
Sess/?s/
Ttee/ti?/
Uu/ju?/
Vvee/vi?/
Wdouble-u/?d?b?lju?/
Xex/?ks/
Ywy or wye/wa?/
Zzed/z?d/
zee dalam bahasa Inggris Amerika/zi?/
izzard dalam beberapa dialek/??z?d/




Saturday, August 11, 2012

Mengenalkan Abjad Pada Anak

Siapa bilang mengajarkan membaca itu sulit? Tapi ingat, jangan pernah memaksa. Pengenalan alfabet/ huruf buat batita harus jauh dari kesan formal. Cukup dengan sering-sering membacakannya buku cerita. Selanjutnya, menginjak usia 2 tahunan, si kecil boleh diperkenalkan pada alfabet yang lebih kompleks. Ajak dia untuk menyebutkan nama-nama huruf yang ada di hadapannya atau yang kita tunjuk. Latihan ini kemudian kita tingkatkan dengan mengajaknya “membaca” kata demi kata.

Agar acara pengenalan alfabet dan belajar “membaca” ini bisa diikuti anak, orangtua harus tahu cara penyampaiannya yang tepat bagi masing-masing anak. Asal tahu saja, tidak ada cara pengenalan alfabet dan belajar “membaca” yang paling baik karena semuanya baik dan benar. Tinggal cara yang mana yang disenanginya. Apa saja tekniknya? Silakan pilih yang paling pas, dan ingat lakukan sambil bermain. Jangan memaksa kalau si kecil terlihat kurang berminat.

HURUF DEMI HURUF

Sambil bernyanyi tunjuk setiap huruf dalam abjad yang sudah kita tuliskan pada kertas atau white board. Ingat, ucapkan pelafalannya secara benar. Selain itu antara apa yang kita ucapkan dan apa yang kita tunjuk harus sesuai. Contohnya, saat mengucapkan “a”, tangan kita harus menunjuk pada huruf “a”. Usahakan perhatian si kecil sepenuhnya tertuju pada bagaimana cara kita mengucapkan huruf demi huruf tadi.

Yang namanya pengenalan tentu saja jangan banyak-banyak dulu. Di hari pertama, contohnya, cukup dari huruf “a” sampai “g”. Keesokan harinya mintalah anak untuk menyebut huruf-huruf yang telah dikenalkan. Kemudian teruskan dengan huruf “h” hingga huruf “m”. Begitu seterusnya. Bila semua huruf telah dikenalkan, nyanyikan lagu ABC. Sekiranya huruf-huruf dari “a” sampai “z” sudah familiar di telinganya, secara spontan anak pasti ingin ikut menyanyikannya.

Pada kesempatan lain, pengenalan bisa dilanjutkan dengan menggabungkan huruf mati/ konsonan dengan huruf hidup/ vokal menjadi suku kata. Di tahap awal batasi penggabungan dua huruf saja dan pilihkan huruf-huruf yang relatif mudah diucapkan batita. Bukankah huruf “b” jauh lebih mudah dilafalkan ketimbang huruf “z”, misalnya. Jadi, kenalkan anak pada pengulangan rangkaian bunyi sederhana seperti “bi-bi”, “ba-ba”, “bo-bo”, “ta-ta” dan sejenisnya. Sah-sah saja bila sesekali diselingi kata-kata utuh, seperti “papa”, “mama”, rumah”, “tidur”, “makan” dan sebagainya. Pastikan semua huruf-huruf tadi tertulis besar-besar sehingga mudah dikenali anak.

KENALKAN MELALUI BENDA
 
Supaya lebih mengena, ada baiknya kenalkan langsung ke bendanya. Yang pasti, cermati dulu hal-hal apa yang paling disukai anak. Contohnya, selagi anak asyik memainkan boneka, alihkan sebentar perhatiannya ke white board atau kertas besar sambil menuliskan kata “boneka” dalam ukuran besar. Bisa juga “ini boneka,” atau “boneka tidur” sambil kita tuliskan dan tunjukkan kata “tidur”. Dengan demikian anak akan mengenal langsung huruf-huruf dan kata lewat benda-benda yang akrab dengan kesehariannya.

MONTESSORI SCHOOL
 
Cara ini berangkat dari pengenalan terhadap bunyi setiap huruf lebih dulu. Misalnya, “a” dibaca “a” sambil peragakan bagaimana kita membuka mulut sedemikian rupa sampai mengeluarkan bunyi “a”. Lanjutkan pengenalan ini dengan memasukkan huruf yang dimaksud dalam sebuah kata, misalnya “a” untuk apel, “b” untuk becak, dan seterusnya. Kemudiakan pandai-pandailah mengkreasikannya menjadi sebuah lagu yang riang gembira.
 
FINGER PAINTING
 
Cara lain, gunakan kertas amplas yang agak halus untuk membuat huruf. Lalu mintalah anak untuk meraba huruf tersebut dengan jarinya pada bagian yang agak kasar tadi. Setelah beberapa kali melakukan perabaan ini mintalah anak untuk menuliskan huruf tersebut di kertas berukuran besar. Cara yang sama bisa juga dilakukan dengan finger painting menggunakan cat air. Jadi huruf demi huruf akan ditulis di kertas menggunakan jari-jari mungilnya. Yang pasti, cara ini tidak mengikat orangtua untuk memulai pengenalannya terhadap huruf. Mau huruf vokal lebih dulu atau sebaliknya konsonan terlebih dulu, boleh-boleh saja kok.
 
GAMES FOR LEARNING
 
Anak diperkenalkan huruf-huruf lewat permainan. Gampangnya, modifikasikan permainan catur. Setiap kotak di papan catur dituliskan huruf-huruf. Mintalah anak melakukan apa yang kita perintahkan, misalnya, “Ayo Dek taruh kudanya di huruf ‘m’.” Setelah cukup mengenal huruf-huruf dalam abjad, tuliskan masing-masing huruf dalam ukuran besar-besar di selembar kertas. Kemudian mintalah si batita menempelkan kertas berisi huruf tadi pada benda yang ada di rumah. Contohnya, “Tempelkan huruf ‘p’ ini ke pintu.” Kegiatan ini pasti amat menyenangkan hingga anak tidak terasa sedang belajar tentang huruf.
 
METODE KINDERLAND
 
Metode ini mengharuskan anak mengenal alfabet lebih dulu sekaligus kata-kata yang terdiri dari 3 huruf, seperti bad, cat, dog dan sebagainya. Sayangnya, metode ini agak sulit diterapkan kala ingin memperkenalkan anak pada kata-kata dalam bahasa Indonesia. Sebab jarang sekali sebuah kata dalam bahasa Indonesia yang terdiri dari 3 huruf. Belum lagi pelafalannya yang amat berbeda dengan pelafalan dalam bahasa Indonesia. Setelah fasih di kata dengan 3 huruf, naikkan tingkat kesulitan pada kata yang terdiri dari huruf lebih banyak hingga akhirnya anak bisa “membaca” kata demi kata.
 
METODE FLASH CARD
 
Selain bisa membeli kartu-kartu yang sudah jadi, kita pun bisa membuatnya dari potongan-potongan karton bertuliskan kata bermakna tertentu sementara di baliknya terdapat gambar benda yang sesuai. Tunjukkan secara teratur setiap hari kata-kata tersebut. Tak perlu banyak-banyak, tapi cukup 1-3 flash card setiap hari. Hari demi hari tambahkan jumlah flash card yang diperlihatkan.
 
KARPET ALFABET 
Kini banyak dijual alas lantai/karpet yang bertuliskan huruf-huruf alfabet. Pasanglah karpet berbentuk kepingan-kepingan tersebut di ruang bermain atau di kamar tidur anak. Menjelang tidur, ajaklah anak sejenak melakukan games. “Mana huruf ‘m’?” sambil minta anak untuk menunjukannya. Bisa juga meminta anak memasangkan kembali kepingan-kepingan karpet tadi hingga membentuk sebuah kata bermakna. Setelah selesai melakukan tugasnya, ajak anak untuk membacanya. Misalnya, “s e p e d a”.
 
BELAJAR MENGETIK
 

Menekan tuts-tuts huruf pada keyboard komputer mendatangkan kesenangan tersendiri bagi anak usia dini. Apalagi ketika ia mengetik tuts tertentu akan muncul huruf tertentu pula di layar monitor. Pilihkan font size yang cukup besar. Setiap kali ada kesempatan bimbing batita untuk mengetik nama-nama atau kata-kata bermakna di komputer. Misalnya, namanya sendiri, nama ayah, ibu, kakak, nenek ataupun sosok lain yang akrab dengannya. Atau kata-kata bermakna seperti “motor”, “cangkir”, “mata” dan sebagainya. Ajaklah anak untuk melafalkan setiap kata begitu ia selesai menuliskannya. Pilihan program yang hendak digunakan terserah orangtua, apakah Word atau Power point. Bisa juga dengan membuat variasi pengenalan tadi menjadi games yang pasti menarik bagi anak usia ini.
 


KATA DEMI KATA
 
Mengenalkan alfabet pada batita tidak harus huruf satu per satu atau pun dieja seperti “ba”, “bi”, “bu”, melainkan langsung kata demi kata. Penerapannya bisa dilakukan dengan menuliskan sebuah kata di atas karton berukuran sedang. Contohnya “tas”. Akan lebih baik jika sertakan pula gambar tas pada lembar karton yang sama. Setiap hari, setidaknya 3x sehari, pagi, siang dan sore, bacakan dan perlihatkan sekitar 5 kata. Bisa juga dengan memanfaatkan VCD lagu anak-anak yang menampilkan lirik lagu. Sambil bernyanyi mengikuti lirik lagu yang tampil di layar teve, tunjuk satu demi satu kata yang tengah dinyanyikan. Sesekali tanyakan pada si batita kata apa yang sedang kita tunjuk.
 
STORY TELLING 
Setiap hari, khususnya menjelang tidur, bacakan cerita-cerita menarik untuk si batita. Usahakan cerita-cerita tersebut berasal dari buku cerita bergambar yang tulisannya besar-besar. Jangan lupa, sambil membacakan tunjuk pula kata yang ada pada buku.
 
MELENGKAPI KATA 
Seperti halnya membuat flash card, namun kata yang dimaksud sengaja ditulis tidak lengkap. Contohnya, “mobil” cukup ditulis “mo….”. Nah, saat menunjukkan kartu tersebut mintalah si batita untuk meneruskan penggalan kata yang tidak tertulis di situ. Jangan lupa sambil menunjukkan gambar yang sesuai dengan kata yang tertulis sebagai kunci jawaban bagi anak.
 
POSTER HURUF SEBAGAI HIASAN
 
Pasang poster alfaber di dinding kamar anak. Dengan demikian setiap kali masuk kamarnya, perhatian anak bisa langsung tertuju pada huruf-huruf yang ada di lembar poster tersebut. Ada baiknya bila orangtua ikut mengingatkan anak pada huruf-huruf tersebut dengan menyanyikan lagu ABC setiap kali masuk kamar. Jika ia sudah familiar tingkatkan pengenalannya dengan mengganti poster hiasan tersebut dengan poster serupa berisi kata-kata bermakna yang dilengkapi dengan gambarnya.







Kalimat Sederhana Dengan Keterangan

Kalimat sederhana adalah kalimat yang terdiri atas dua unsur inti, yakni subjek dan predikat.

contoh:
  • Hukum di Indonesia masih perlu dibenahi.
  • Seorang hakim harus adil.

Namun demikian, kalimat sederhana lazim pula diperluas dengan unsur keterangan. unsur keterangan meliputi:
 
  1. Keterangan waktu : memberi informasi saat terjadinya peristiwa. Contoh : kemarin, sekarang, tadi, pagi-pagi, sebentar lagi, abad yang lalu.
  2. Keterangan tempat : memberi informasi mengenai tempat terjadinya peristiwa. Contoh : di sana, ke Jakarta.
  3. Keterangan tujuan : memberi informasi mengenai maksud suatu pekerjaan. Contoh : agar, untuk, demi, bagi, guna, buat.
  4. Keterangan cara : memberi informasi mengenai bagaimana suatu pekerjaan dilaksanakan. Contoh : selekasnya, cepat-cepat, secara baik-baik.
  5. Keterangan alternatif : memberi informasi mengenai ( ada tidaknya) alat yang dipakai untuk melakukan suatu pekerjaan. Contoh : dengan, tanpa.

Menumbuhkan Minat Membaca Anak

Mengajarkan membaca kepada anak, bisa dengan sering mengajaknya membaca bersama-sama. Membaca cerita bersama anak mempunyai berbagai macam fungsi, yaitu:
  1. Untuk mengenalkan anak pada buku bacaan, merangsang agar anak-anak senang membaca.
  2. Menciptakan  ikatan yang erat antara orangtua dan anak, anak dan orangtua akan saling mengenal karakter masing-masing.
  3. Sebagai pengantar imajinasi anak, ketika mendengarkan sebuah cerita, pikirannya akan mulai berimajinasi mencoba untuk mencerna hal yang didengarnya.
  4. Sebagai pengantar tidur, sehingga anak memilki pola tidur yang teratur.
Ada banyak cara melakukannya, bisa dengan berkumpul dikamar membaca cerita bersama yang pastinya sangat menarik untuk anak-anak. Biasanya walaupun mereka sedang melakukan aktivitas apapun ketika mendengar ajakan, "kita baca cerita dikamar yuuuk..." mereka akan berlarian meninggalkan aktivitas yang mereka lakukan dan duduk berkumpul diatas tempat tidur.

Namun syarat utama yang harus diajukan sebelum membaca cerita bersama adalah membereskan mainanannya terlebih dahulu, atau menyelesaikan makan siang/malamnya lalu dilanjutkan dengan  cuci tangan, cuci kaki, cuci muka, dan ganti baju. Selanjutnya mereka boleh memilih buku yang hendak mereka baca.

Untuk mempermudah dalam membacakan cerita bisa di bagi dalam beberapa tahapan.

Tahapan Pertama

Untuk anak dibawah tiga tahun bisa dengan membacakan gambar, tanpa membacakan cerita aslinya. Cara ini dilakukan agar mereka tidak cepat bosan jika kita membacakan  seluruh teks dalam ceritanya. Jadi yang dilakukan hanya menyebutkan benda-benda dalam gambar dan berimprovisasi sedikit dengan menghitung benda, menyebutkan warna dan membunyikan suara dalam gambar tersebut.

Tahapan Kedua

Adalah ketika anak sudah mulai bisa mengerti  ketika dibacakan cerita aslinya, biasanya sekitar 3-5 tahunan. Saat ini sudah bisa mulai membacakan cerita asli, tentunya dengan mimik, suara dan menciptakan suasana yang menyenangkan.

Pada tahapan ini bisa juga menciptakan cerita sendiri, karakter yang dipilih bisa apapun, misalnya saja yang berkaitan dengan binatang. Basanya cerita dibuat berdasarkan kejadian yang di alami. Selanjutnya bisa berikan tawaran pada anak untuk gantian menciptakan cerita.

Tahapan Ketiga


Ketika anak sudah bisa membaca, tidak perlu lagi membacakan cerita untuk mereka. Tetapi bisa mengajak mereka untuk memahami makna tulisan dalam cerita tersebut. Buku cerita yang bisa dipilih antara lain buku sakunya Enid Blyton, karena buku tersebut menggunakan terjemahan bahasa indonesia yang baik. Jadi dalam tahapan ini kita sudah mulai untuk belajar Bahasa Indonesia tanpa menggunakan papan tulis.

Mudahkan merangsang anak untuk belajar baca, praktekan di rumah ya.. 

Sunday, July 1, 2012

Mengenal Konsep 1- 3

Banyak cara untuk mengenalkan bilangan pada anak, namun yang paling penting lakukanlah pengenalan itu melalui sarana bermain. Karena apapun aktivitas kita sehari-hari, balita kita bisa langsung melihatnya, termasuk mengenalkan angka dan huruf. Lewat bermain, pengenalan konsep bilangan dan huruf lebih mudah diingat. Perkenalan balita dengan dua hal ini bisa menjadi bekal penting untuk pertumbuhannya.

1.       Menyentuh huruf
Siapkan 2 set mainan huruf berukuran besar. Ambil satu huruf, minta anak mengambil huruf yang sama dengan yang Anda ambil. Sebutkan nama hurufnya. Misalnya Anda mengambil huruf R, sebutkan huruf R. Minta anak mengangkat huruf R. Katakan pada anak, huruf R adalah awal dari namanya. Misal, “R. Randy.” Lakukan untuk huruf lain, bahwa huruf yang dia pegang merupakan huruf awal dari nama orang yang dia kenal.

Anak belajar: Merasai bentuk huruf dan mengenal bunyi huruf.

2.       Merangkai huruf plastik
Siapkan 2 set mainan huruf ukuran besar. Rangkai beberapa huruf menjadi kata atau nama. Misalnya, “b-o-l-a” Minta anak mengucapkan setiap huruf sesuai bunyinya.

Anak belajar: Kata dibentuk dari rangkaian huruf dan setiap huruf punya bunyi yang berbeda.

3.       Membaca huruf dari kartu huruf dan gambar
Sediakan kartu huruf bergambar. Minta anak memilih satu kartu. Sebutkan nama huruf yang tertera pada kartu, sebutkan gambarnya. Misalnya “A”, Anggur. “B”, Bola. “C”, Cacing, dan seterusnya. Cara lain adalah, susun kartu berdasar urutan alfabet. Ajarkan anak tentang urutan alfabet.

Anak belajar: Melihat bentuk huruf, mengenal bunyi huruf, dan urutan huruf.


4.        Menghitung biji-bijian.
Mengenal angka berarti mengenal konsep “banyaknya benda”. Ajarkan anak menghitung benda, bukan mengingat angka atau urutan angka. Sediakan biji kacang yang besar, yang tidak muat masuk lubang hidung dan lubang telinga. Misalnya, kacang kulit, kacang merah, sendok es krim atau stik bekas es krim. Ambil 10 buah, kemudian mulailah menghitung sendiri. Bersama anak, mulailah menghitung dari 1 sampai 10. Kombinasikan dengan mengambilnya 2 buah, minta anak menyebutkan jumlahnya.

Variasi permainan:
Ambil 5 buah biji kacang. Mulai dengan mengurangi. Ambil 2 buah biji, kemudian minta anak menghitung sisanya. Coba penambahan. Ambil 5 buah biji kacang. Pisahkan menjadi 2 dan 3. Tambahkan 2 dengan 1, minta anak menghitung jumlahnya. Minta anak melihat dari yang tampak: mana lebih banyak, 3 atau 2.
Anak belajar: Konsep membilang, konsep mengurangi dan menambah, konsep lebih banyak dan lebih sedikit.

5.        Belanja buah.
Prinsip menghitung pada anak balita adalah melihat dan menyentuh benda.  Libatkan anak berbelanja buah. Siapkan plastik, minta anak memasukkan ke dalamnya 3 buah apel berwarna pink. Siapkan kantong plastik lain, minta anak memasukkan ke dalamnya 2 buah pear warna kuning. Siapkan kantong plastik lain, minta anak memasukkan 5 buah jeruk.

Anak belajar: Konsep jumlah dan warna

6.       Mengenal bentuk angka.
Mengenalkan angka berarti juga mengenalkan konsep tulisan atau bentuk angka. Misalnya 3 = tiga buah jeruk.  Sediakan mainan angka dari bahan plastik. Sediakan benda seperti biji, buah atau sendok. Minta anak mengambil 3 buah sendok, sementara Anda mengambil angka 3. Letakkan angka 3 di dekat 3 buah benda tadi. Lakukan beberapa kali dengan jumlah yang berbeda-beda. Bergantian dengan anak, sediakan benda sejumlah tertentu, kemudian minta anak menyiapkan angka pada mainannya.

Variasi permainan:  
Gunakan kartu bergambar bertuliskan angka. Ambil satu kartu, minta anak menghitung jumlah gambar yang tercantum. Anda sebutkan angka yang tertulis pada kartu itu. Sediakan buku aktivitas yang di dalamnya terdapat gambar benda dan angka yang menunjukkan jumlah benda itu. Minta anak mengikuti bentuk angka dengan jari telunjuknya. Bila anak masih kecil, pegang tangannya, gerakkan tangannya mengikuti bentuk angka.

Anak belajar: Mengenal bentuk angka dan memahami jumlah dengan simbol angka.

7.       Memancing huruf dan angka
Buat huruf dan angka dari styrofoam tipis. Jiplakkan huruf dan angka dari bahan styrofoam tadi di atas kertas stiker spotlight beberapa warna. Buka stiker, rekatkan pada angka dan huruf. Sekarang, Anda punya huruf dan angka berwarna-warni. Ikat setiap huruf dan angka dengan tali kenur. Masukkan semua huruf dan angka ke dalam ember, dengan tali atau benang menjulur keluar. Minta anak mengambil satu. Lihat angka atau huruf yang dia ambil, bantu anak menyebut angka atau huruf yang ada di ujung tali. Lakukan beberapa kali. Ulangi permainan ini kapan pun anak ingin memainkannya.

Anak belajar: Angka dan huruf

8.        Memisahkan warna, ukuran dan bentuk. Anak-anak senang memilah mainannya dan menghitungnya satu persatu.
Gunakan kotak mainan anak yang berisi balok warna-warni. Minta anak memisahkan warna merah, kuning, biru dan hijau. Minta anak menghitung jumlah setiap warna.

Variasi:
 Pisahkan sesuai bentuk, misalnya pisahkan segi tiga dari segi empat. Pisahkan sesuai ukuran. Pisahkan yang kecil dari yang besar.

Anak belajar: Jumlah, warna, bentuk dan ukuran.

9.       Mewarnai angka dan huruf
Sediakan buku mewarnai yang terdiri dari gambar dan huruf, atau gambar dan angka. Sediakan krayon atau pinsil warna. Secara bergantian, Anda mewarnai gambarnya, sementara anak mewarnai angka atau huruf. Sebutkan bunyi huruf yang diwarnai anak. Misalnya, “H” seperti hhh. Untuk mengawali kata “handuk”. Sebutkan angka yang diwarnai anak.

Anak belajar: Bentuk angka serta bentuk huruf dan bunyi huruf.

Pakai Lagu Juga Bisa
·         Balonku Ada Lima
·         Dua Mata Saya
·         B-I-N-G-O
·         ABC

Sumber: ibudanbalita.com

Ijazah Paket A, Paket B, dan Paket C