Showing posts with label Materi 13 - 15. Show all posts
Showing posts with label Materi 13 - 15. Show all posts

Saturday, August 4, 2012

Pengertian Variabel, Koefisien, Konstanta, dan Suku

  1. Variabel
  2. Variabel adalah lambang pengganti suatu bilangan yang belum diketahui nilainya dengan jelas. Variabel disebut juga peubah. Variabel biasanya dilambangkan dengan huruf kecil a, b, c, … z.
    Contoh 1: Ibu membeli gula sebanyak dua kilogram, beras sebanyak lima liter dan minyak goreng sebanyak satu liter. Disini kita bisa ‘ubah’ kata gula dengan x dan beras dengan y dan minyak goreng dengan z. Sehingga belanjaan ibu bisa ditulis kedalam bentuk 2x, 5y dan z. Kalimat matematika yang mewakili total belanjaan ibu adalah 2x + 5y + z.
    2. Koefisien
    Koefisien pada bentuk aljabar adalah faktor konstanta dari variabel pada bentuk aljabar. Pada Contoh 1 terdapat tiga buah variabel, yaitu x, y dan z. Angka 2 adalah koefisien dari variabel x, angka 5 adalah koefisen dari variabel y dan koefisien dari variabel z adalah 1. Untuk lebih jelasnya, perhatikan Contoh 2:
       
    3. Konstanta Suku dari suatu bentuk aljabar yang berupa bilangan dan tidak memuat variabel disebut konstanta. Contoh 3:
     
    4. Suku Suku adalah gabungan antara variabel beserta koefisiennya dan konstanta pada bentuk aljabar yang dipisahkan oleh operasi jumlah atau selisih. Berikut tipe-tipe suku
      
    Bentuk aljabar yang mempunyai lebih dari dua suku disebut suku banyak atau polinom.
    Sumber:  istanamatematika.wordpress.com

Saturday, July 28, 2012

DNA dan RNA

Asam deoksiribonukleat (DNA) adalah asam nukleat yang mengandung instruksi genetik yang digunakan dalam pengembangan dan fungsi dari semua organisme hidup dikenal dan beberapa virus. Peran utama dari molekul DNA adalah penyimpanan jangka panjang informasi. DNA sering dibandingkan dengan satu set cetak biru atau resep, atau kode, karena berisi instruksi yang dibutuhkan untuk membangun komponen lain dari sel, seperti protein dan molekul RNA. Segmen DNA yang membawa informasi genetik ini disebut gen, tetapi urutan DNA lain yang memiliki tujuan struktural, atau terlibat dalam mengatur penggunaan informasi genetik.

Kimia, DNA terdiri dari dua polimer panjang unit sederhana yang disebut nukleotida, dengan tulang punggung yang terbuat dari gula dan gugus fosfat bergabung dengan ikatan ester. Kedua untai berjalan dalam arah yang berlawanan satu sama lain dan karena itu anti-paralel. Terlampir gula masing-masing adalah salah satu dari empat jenis molekul yang disebut basa. Ini adalah urutan dari empat basa sepanjang tulang punggung yang mengkodekan informasi. Informasi ini dibaca dengan menggunakan kode genetik, yang menentukan urutan asam amino dalam protein. Kode ini dibaca oleh menyalin membentang dari DNA menjadi RNA asam nukleat terkait, dalam proses yang disebut transkripsi.
Dalam sel, DNA diatur dalam struktur yang panjang yang disebut kromosom. Kromosom ini yang diduplikasi sebelum sel-sel membagi, dalam proses yang disebut replikasi DNA. Organisme eukariotik (hewan, tumbuhan, jamur, dan protista) menyimpan sebagian dari DNA mereka di dalam inti sel dan sebagian DNA mereka dalam organel, seperti mitokondria atau kloroplas. Sebaliknya, prokariota (bakteri dan archaea) menyimpan DNA mereka hanya dalam sitoplasma. Dalam kromosom, kromatin protein seperti histon kompak dan mengatur DNA. Struktur ini kompak memandu interaksi antara DNA dan protein lainnya, membantu mengontrol bagian mana dari DNA ditranskripsi.



RNA (ASAM RIBONUKLEAT )




Pengertian RNA
Asam ribonukleat (bahasa Inggris:ribonucleic acid, RNA) senyawa yang merupakan bahan 
genetik dan memainkan peran utama dalam ekspresi genetik. Dalam dogma pokok (central 
dogma)genetika molekular, RNA menjadi perantara antara informasi yang dibawa DNA dan 
ekspresi fenotipik yang diwujudkan dalam bentuk protein.

Struktur RNA
Struktur dasar RNA mirip dengan DNA. RNA merupakan polimer yang tersusun dari sejumlah 
nukleotida. Setiap nukleotida memiliki satu gugus fosfat, satu gugus pentosa, dan satu gugus 
basa nitrogen (basa N). Polimer tersusun dari ikatan berselang-seling antara gugus fosfat dari 
satu nukleotida dengan gugus pentosa dari nukleotida yang lain.

Perbedaan RNA dengan DNA terletak pada satu gugus hidroksil cincin gula pentosa, sehingga 
dinamakan ribosa, sedangkan gugus pentosa pada DNA disebut deoksiribosa.[1] Basa nitrogen 
pada RNA sama dengan DNA, kecuali basa timina pada DNA diganti dengan urasil pada RNA. 
Jadi tetap ada empat pilihan: adenina, guanina, sitosina, atau urasil untuk suatu nukleotida.

Selain itu, bentuk konformasi RNA tidak berupa pilin ganda sebagaimana DNA, tetapi 
bervariasi sesuai dengan tipe dan fungsinya.

Tipe RNA
RNA hadir di alam dalam berbagai macam/tipe. Sebagai bahan genetik, RNA berwujud 
sepasang pita (Inggris double-stranded RNA, dsRNA). Genetika molekular klasik 
mengajarkan, pada eukariota terdapat tiga tipe RNA yang terlibat dalam proses sintesis 
protein:

1. RNA-kurir (bahasa Inggris: messenger-RNA, mRNA), yang disintesis dengan RNA polimerase 
I.
2. RNA-ribosom (bahasa Inggris: ribosomal-RNA, rRNA), yang disintesis dengan RNA polimerase II
3. RNA-transfer (bahasa Inggris: transfer-RNA, tRNA), yang disintesis dengan RNA polimerase III

Pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21 diketahui bahwa RNA hadir dalam berbagai 
macam bentuk dan terlibat dalam proses pascatranslasi. Dalam pengaturan ekspresi genetik 
orang sekarang mengenal RNA-mikro (miRNA) yang terlibat dalam "peredaman gen" 
atau gene silencing dan small-interfering RNA (siRNA) yang terlibat dalam proses 
pertahanan terhadap serangan virus.

Fungsi RNA
Pada sekelompok virus (misalnya bakteriofag), RNA merupakan bahan genetik. Ia berfungsi 
sebagai penyimpan informasi genetik, sebagaimana DNA pada organisme hidup lain. Ketika 
virus ini menyerang sel hidup, RNA yang dibawanya masuk ke sitoplasma sel korban, yang 
kemudian ditranslasi oleh sel inang untuk menghasilkan virus-virus baru.

Namun demikian, peran penting RNA terletak pada fungsinya sebagai perantara antara DNA 
dan protein dalam proses ekspresi genetik karena ini berlaku untuk semua organisme hidup.
 Dalam 
peran ini, RNA diproduksi sebagai salinan kode urutan basa nitrogen DNA dalam proses 
transkripsi. Kode urutan basa ini tersusun dalam bentuk 'triplet', tiga urutan basa N, yang 
dikenal dengan nama kodon. Setiap kodon berelasi dengan satu asam amino (atau 
kode untuk berhenti), monomer yang menyusun protein. Lihat ekspresi genetik untuk 
keterangan lebih lanjut.

Penelitian mutakhir atas fungsi RNA menunjukkan bukti yang mendukung atas teori 'dunia 
RNA', yang menyatakan bahwa pada awal proses evolusi, RNA merupakan bahan genetik 
universal sebelum organisme hidup memakai DNA.

Sumber: forumkami.net
             yunias19ocean.blogspot.com

Mengenal Habitat Mahluk Hidup

Habitat berasal dari bahasa Latin yang berarti menempati, itu berarti habitat adalah tempat suatu spesies untuk tinggal dan berkembang. Pada dasarnya, habitat adalah lingkungan yang tidak sekedar fisik saja, tapi juga berdasarkan populasi suatu spesies yang mempengaruhi dan dimanfaatkan oleh spesies tersebut. Menurut Clements dan Shelford (1939), habitat adalah lingkungan fisik yang ada di sekitar suatu spesies, atau populasi spesies, atau kelompok spesies, atau komunitas.

Sehingga Habitat diartikan sebagai tempat suatu makhluk hidup. Semua makhluk hidup mempunyai tempat hidup yang disebut habitat (Odum, 1993). Kalau kita ingin mencari atau ingin berjumpa dengan suatu organisme tertentu, maka harus tahu lebih dahulu tempat hidupnya (habitat), sehingga ke habitat itulah kita pergi untuk mencari atau berjumpa dengan organisme tersebut. Oleh sebab itu, habitat suatu organisme bisa juga disebut alamat organisme itu.

Semua organisme atau makhluk hidup mempunyai habitat atau tempat hidup. Contohnya, habitat paus dan ikan hiu adalah air laut, habitat ikan mas adalah air tawar, habitat buaya muara adalah perairan payau, habitat monyet dan harimau adalah hutan, habitat pohon bakau adalah daerah pasang surut, habitat pohon butun dan kulapang adalah hutan pantai, habitat cemara gunung dan waru gunung adalah hutan Dataran tinggi, habitat manggis adalah hutan dataran rendah dan hutan rawa, habitat ramin adalah hutan gambut dan daerah dataran rendah lainnya, pohon-pohon anggota famili Dipterocarpaceae pada umumnya hidup di daerah dataran rendah, pohon aren habitatnya di tanah dataran rendah hingga daerah pegunungan, dan pohon durian habitatnya di dataran rendah.

Selain itu, istilah habitat dapat juga dipakai untuk menunjukkan tempat tumbuh sekelompok organisme dari berbagai spesies yang membentuk suatu komunitas. Sebagai contoh untuk menyebut tempat hidup suatu padang rumput dapat menggunakan habitat padang rumput, untuk hutan mangrove dapat menggunakan istilah habitat hutan mangrove, untuk hutan pantai dapat menggunakan habitat hutan pantai, untuk hutan rawa dapat menggunakan habitat hutan rawa, dan lain sebagainya. Dalam hal seperti ini, maka habitat sekelompok organisme mencakup organisme lain yang merupakan komponen lingkungan (komponen lingkungan biotik) dan komponen lingkungan abiotik.

Sumber: id.shvoong.com

Yang Dimaksud Dengan Individu, Populasi dan Komunitas




Di dalam sebuah ekosistem, juga terdapat satuan-satuan makhluk hidup yang meliputi individu, populasi, komunitas dan biosfer. Lalu apa saja sih yang dimaksud dengan Individu, Populasi, Komunitas dan Biosfer itu sendiri? Nah, Bagian-bagian satuan makhluk hidup penyusun ekosistem dijelaskan secara ringkas di bawah ini:

1. Individu

Istilah individu berasal dari bahasa latin, yaitu in yang berarti tidak dan dividus yang berarti dapat dibagi. Jadi, yang dimaksud dengan individu adalah makhluk hidup yang berdiri sendiri yang secara fisiologis bersifat bebas atau tidak mempunyai hubungan dengan sesamanya. Individu juga disebut satuan makhluk hidup tunggal.

2. Populasi

Populasi berasal dari bahasa latin, yaitu populus yang berarti semua orang yang bertempat tinggal pada suatu tempat. Dalam ekosistem, populasi berarti kelompok makhluk hidup yang memiliki spesies sama (sejenis) dan menempati daerah tertentu.

3. Komunitas

Komunitas adalah berbagai jenis makhluk hidup yang terdapat di suatu daerah yang sama, misalnya padang pasir, padang steva dan sebagainya.

4. Biosfer

Biosfer adalah semua ekosistem yang berada di permukaan bumi.

Nah, itulah seulas informasi tentang Satuan-satuan makhluk hidup penyusun ekosistem.


Menulis Naskah Drama


Drama merupakan bentuk karya sastra yang dipentaskan untuk masyarakat. Oleh karena itu, pada umumnya, cerita drama berisi tentang kejadian atau peristiwa yang terjadi dalam masyarakat. Biasanya drama menceritakan tentang kemiskinan, perjuangan hidup, serta cinta kepada orang tua. Supaya drama yang kita tampilkan menarik, hal terpenting yang harus diperhatikan adalah naskah drama itu sendiri. Naskah drama harus manarik sehingga pesan apa yang ingin kita sampaikan dapat diterima dengan baik oleh para penonton.

Berikut ini adalah cara mambuat naskah drama:

# Pemilihan topik
Amatilah apa yang sering terjadi di sekitar kita. itu bisa menjadi inspirasi untuk menentukan topik dari drama yang akan kita tampilkan.

# Penentuan tokoh, latar, dan sudut pandang
Setelah kita menentukan topik dari drama yang akan kita tampilkan, selanjutnya kita merancang latar, tokoh cerita, dan sudut pandang

# Tentukan Plot cerita
Cara menulis naskah drama mirip dengan cara menulis cerita lainnya. Untuk menentukan plot cerita, kita harus menulis ringkasan cerita  (yang terdiri dari bagian awal, tengah, dan akhir), kemudian kita harus mengidentifikasikan unsur drama yang kita tulis. Contohnya:

  • Tema: Kebaikan dibalas dengan kejahatan, 
  • Tokoh: Budi (tokoh utama), Bapak Budi (sedang sakit), dan pemilik tas yang dicopet. 
  • Latar: pasar kecamatan. 
  • Sudut pandang cerita: sudut pandang orang ketiga (Bu Sastro).
# Membuat rancangan tulisan awal
Setelah semua langkah diatas selesai, kemudian kita harus membuat keragka alur atau urutan cerita. Pikirkan apa yang akan terjadi, kapan terjadi, dan bagaimana terjadi.

# Tulis naskah akhir
Setelah selesai menulis naskah, koreksi lah dan lakukan perbaikan bila diperlukan. Kemudian baca naskah drama tersebut dari awal sampai akhir. Setelah yakin tidak perlu ada revisi, drama bisa ditampilkan. jangan lupa untuk memilih tokoh yang sesuai dengan karakter dalam cerita drama tersebut. 


Teknik Menulis Secara Umum

kejar paket c
Seperti halnya proses produksi lainnya, menulis juga memerlukan teknik tertentu. Sehingga dapat menghasilkan tulisan yang baik, bermanfaat, dan enak dibaca.

Teknik menulis tulisan yang satu dengan lainnya itu berbeda. Berikut teknik menulis secara umum yang dapat dipakai untuk membuat sebuah tulisan.

  1. Menentukan Jenis Tulisan
    Hal ini perlu dilakukan lebih dahulu karena akan berpengaruh pada hal-hal yang perlu diperhatikan selanjutnya dalam teknik menulis. Untuk menulis cerita anak, tentu tekniknya akan berbeda dengan menulis puisi, menulis renungan, atau menulis kesaksian.
  2. Memertimbangkan Pembaca
    Ingatlah para pembaca Anda. Hal ini adalah salah satu metode agar tulisan Anda dibaca oleh pembaca. Berikan sesuatu yang mereka butuhkan, yang mendidik, memberi informasi, maupun yang menghibur mereka.
  3. Berorientasi pada Publikasi
    Jangan lupakan yang satu ini. Selain memertimbangkan pembaca, berorientasi pada publikasi akan menolong Anda untuk menghasilkan tulisan yang bagus. Anda juga dapat mempelajari tulisan seperti apa yang diinginkan suatu media tertentu jika Anda tahu ke mana tulisan Anda akan dipublikasikan.
  4. Menentukan Tema dan Mencari Ide Tulisan
    Dari tema yang sudah Anda tentukan, munculkan ide-ide yang baru dan menarik. Untuk menunjang ide-ide Anda, lakukan persiapan-persiapan bahan, bahkan riset sehingga tulisan Anda semakin akurat.
  5. Mengembangkan Ide
    Jika tema dan ide sudah ditentukan, teknik selanjutnya adalah mengembangkannya. Ide tidak akan menjadi sebuah tulisan jika Anda tidak mengembangkannya. Kembangkan ide Anda dalam kalimat-kalimat sehingga dapat dipahami oleh pembaca.
  6. Memerhatikan Unsur-Unsur Tulisan
    Dalam mengembangkan ide, perlu diperhatikan pula unsur-unsur tulisan. Pakailah kata dan kalimat yang efektif. Sehingga pembaca tidak akan bingung dengan pemaparan ide Anda. Namun, unsur tulisan ini juga perlu memerhatikan jenis tulisan yang akan Anda buat. Dalam menulis puisi, tentunya Anda tidak perlu bingung apakah kalimat Anda efektif atau tidak.

Wednesday, July 25, 2012

Seni Rupa Dua Dimensi, Tiga Dimensi dan Relief

Pengertian dimensi adalah ukuran yang meliputi panjang, lebar, dan tinggi. Karya seni rupa yang hanya memiliki panjang dan lebar disebut sebagai karya seni rupa dua dimensional. Sedangkan karya seni rupa yang memiliki tiga ukuran disebut karya tiga dimensional atau trimatra. Karya seni tiga dimensi dapat dinikmati dari segala sudut pandang; dari depan, atas, samping, maupun bawah. Tetapi karya seni rupa tiga dimensi yang dinikmati dari bawah tidak terlalu banyak, yaitu karya seni yang diletakkan dengan cara digantung atau melayang di angkasa.

Jika dirinci berdasarkan dimensinya:

a. Karya seni rupa dua dimensi (dwimatra), contoh: lukisan, gambar, batik, foto, ilustrasi, kaligrafi, hiasan pada piring, dll.

kejar paket c

b. Karya seni rupa tiga dimensi atau trimatra, contoh; patung, monumen, mebel. rumah, pesawat, sepatu, sandal, tas, dll.

kejar paket c

PEMBAGIAN SENI RUPA BERDASARKAN KEGUNAAN

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak terlepas dari karya seni, seperti untuk duduk maka diperlukan sebuah kursi, untuk makan diperlukan alas berupa piring atau mangkuk. Berdasarkan kegunaan ini, karya seni rupa dapat dibedakan antara karya seni rupa terapan dan karya seni rupa murni.

a. Karya seni rupa terapan/ pakai (applied art/ useful art), yaitu karya seni yang mengalami fungsi ganda. Pertama, sebagai alat bantu kehidupan sehari-hari, dan kedua segi keindahan untuk pemenuhan rasa kepuasan batin. Karya seni yang mempunyai fungsi ganda contohnya pakaian, rumah, pisau, sepatu, kendaraan, tas, jam tangan, sabuk, kacamata, dll. 

kejar paket c


b. Karya seni murni (fine art/ seni indah) adalah karya yang terlepas dari segi kegunaan lain, kecuali nilai pemenuhan kebutuhan emosional sebagai alat ekspresi. Contoh: lukisan, patung, relief, dll.

kejar paket c


Sumber: imajiku-diksi.blogspot.com

Ijazah Paket A, Paket B, dan Paket C

Saturday, July 7, 2012

Pengertian, Unsur dan Tahapan Dalam Cerpen

Pengertian Cerpen 
Cerpen adalah singkatan dari cerita pendek. Cerpen merupakan salah satu ragam dari jenis prosa. Cerpen, sesuai dengan namanya adalah cerita yang relatif pendek yang selesai dibaca sekali duduk. Proses sekali duduk dapat diartikan sebagai memahami isi pula. Artinya, pada saat itu isi cerpen dapat kita pahami.

Cerpen terdiri dari berbagai kisah, seperti kisah percintaan (roman), kasih sayang, jenaka, dll. Cerpen biasanya mengandung pesan/amanat yang sangat mudahdipahami, sehingga sangat cocok dibaca oleh kalangan apapun.

Unsur-Unsur Cerpen
Cerpen dilengkapi oleh unsur-unsur penting yang membangunnya. Unsur itu terdiri dari unsur intinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsik antara lain, tema, alur,setting/latar/waktu, penokohan, watak, dan amanat. Sedangkan unsur ekstrinsik antara lain, budaya, jenis kelamin, pekerjaan, dll.

Tahapan Dalam Cerpen
Cerpen terdiri dari empat tahapan, antara lain, pengenalan, insiden/masalah,konflik/rumitan, dan penyelesaian. Bagian banyak diminati pembaca yaitu konflik karena merupakan puncak cerita. 

Menjelaskan Unsur-Unsur Intrinsik Cerpen Sebagaimana novel, cerpen juga dibentuk atas unsur ekstrinsik dan intrinsik. Meskipun bentuknya pendek, bahkan ada. Yang cuma 1 halaman, di dalamnya terdapat unsur-unsur intrinsik secara lengkap, yaitu tema,amanat,tokoh, alur, latar,sudut padang pengarang,dan dialog. Unsur–unsur intrinsik cerpen mencakup : tema, alur, latar, perwatakan, sudut pandang, dan nilai – nilai yang terkandung didalamnya.

a. Tema adalah ide pokok sebuah cerita, yang diyakini dan dijadikan sumber cerita. 
     b. Latar/ setting adalah tempat, waktu , suasana yang terdapat dalam cerita. Sebuah cerita harus jelas dimana berlangsungnya, kapan terjadi dan suasana serta keadaan ketika cerita berlangsung. 
     c.  Alur / plot adalah susunan peristiwa atau kejadian yang membentuk sebuahcerita.Alur meliputi beberapa tahap:
1.  Pengantar : bagian cerita berupa lukisan , waktu, tempat atau kejadian yangmerupakan awal cerita. 
2.  Penampilan masalah : bagian yang menceritakan maslah yang dihadapi pelakucerita.
3.  Puncak ketegangan / klimaks : masalah dalam cerita sudah sangat gawat,konflik telah memuncak.
4.  Ketegangan menurun / antiklimaks : masalah telah berangsur – angsur dapatdiatasi dan kekhawatiran mulai hilang.
5.  Penyelesaian / resolusi : masalah telah dapat diatasi atau diselesaikan.
6.  Perwatakan :Menggambarkan watak atau karakter seseorang tokoh yang dapat dilihat dari tigasegi yaitu melalui:
Ø  Dialog tokoh
Ø  Penjelasan tokoh
Ø  Penggambaran fisik tokoh

7.  Nilai (amanat) : pesan atau nasihat yang ingin disampaikan pengarang melalui cerita

Ijazah Paket A, Paket B, dan Paket C

Jenis-jenis, Unsur dan Teknik Membaca Puisi

Puisi (dari bahasa Yunani kuno: ποιέω/ποιῶ (poiéo/poió) = I create) adalah seni tertulis di mana bahasa digunakan untuk kualitas estetiknya untuk tambahan, atau selain arti semantiknya.

Penekanan pada segi estetik suatu bahasa dan penggunaan sengaja pengulangan, meter dan rima adalah yang membedakan puisi dari prosa. Namun perbedaan ini masih diperdebatkan. Beberapa ahli modern memiliki pendekatan dengan mendefinisikan puisi tidak sebagai jenis literatur tapi sebagai perwujudan imajinasi manusia, yang menjadi sumber segala kreativitas. Selain itu puisi juga merupakan curahan isi hati seseorang yang membawa orang lain ke dalam keadaan hatinya.

Baris-baris pada puisi dapat berbentuk apa saja (melingkar, zigzag dan lain-lain). Hal tersebut merupakan salah satu cara penulis untuk menunjukkan pemikirannnya. Puisi kadang-kadang juga hanya berisi satu kata/suku kata yang terus diulang-ulang. Bagi pembaca hal tersebut mungkin membuat puisi tersebut menjadi tidak dimengerti. Tapi penulis selalu memiliki alasan untuk segala 'keanehan' yang diciptakannya. Tak ada yang membatasi keinginan penulis dalam menciptakan sebuah puisi. Ada beberapa perbedaan antara puisi lama dan puisi baru.

Namun beberapa kasus mengenai puisi modern atau puisi cyber belakangan ini makin memprihatinkan jika ditilik dari pokok dan kaidah puisi itu sendiri yaitu 'pemadatan kata'. kebanyakan penyair aktif sekarang baik pemula ataupun bukan lebih mementingkan gaya bahasa dan bukan pada pokok puisi tersebut.

Didalam puisi juga biasa disisipkan majas yang membuat puisi itu semakin indah. Majas tersebut juga ada bemacam, salah satunya adalah sarkasme yaitu sindiran langsung dengan kasar.

Hal- hal yang perlu diperhatikan dalam membaca puisi sebagai berikut:
  • Ketepatan ekspresi/mimik: Ekpresi adalah pernyataan perasaan hasil penjiwaan puisi. Mimik adalah gerak air muka. 
  • Kinesik yaitu gerak anggota tubuh. 
  • Kejelasan artikulasi
Artikulasi yaitu ketepatan dalam melafalkan kata- kata.
  • Timbre yaitu warna bunyi suara (bawaan) yang dimilikinya. 
  • Irama puisi artinya panjang pendek, keras lembut, tinggi rendahnya suara. 
  • Intonasi atau lagu suara
Dalam sebuah puisi, ada tiga jenis intonasi antara lain sebagai berikut : 
  1. Tekanan dinamik yaitu tekanan pada kata- kata yang dianggap penting. 
  2. Tekanan nada yaitu tekanan tinggi rendahnya suara. Misalnya suara tinggi menggambarkan keriangan, marah, takjud, dan sebagainya. Suara rendah mengungkapkan kesedihan, pasrah, ragu, putus asa dan sebagainya. 
  3. Tekanan tempo yaitu cepat lambat pengucapan suku kata atau kata.
Unsur-unsur puisi
Unsur-unsur puisi meliputi struktur fisik dan struktur batin puisi

Thursday, July 5, 2012

Perbedaan Noun Clause dan Adjective Clause

Apa perbedaan mendasar dari kedua clause tersebut?

Answer:
Baik noun clause maupun adjective clause dua-duanya memiliki pola yang sama:

relative pronoun + subject + verb + …
 
Relative pronoun yang digunakan dalam noun clause antara lain:
  • that,
  • kata tanya (mis: which , who, whom, where, when, what, when, why, what, how)
  • kata tanya + adjective/noun/determiner (i.e. how old, what kind, how many, whose + noun, dst).
  • conjunctions (mis: whether, if, dst)
Relative pronoun yang digunakan dalam adjective clause (atau relative clause) jumlahnya lebih sedikit, antara lain:
  • that, which, who, whom, where, when, whose + noun.
Contoh:
  • what she is reading
  • that she is reading
  • what you did last summer
  • that you did last summer
Nah sekarang, bagaimana kita membedakan bahwa clause tersebut adalah sebuah noun clause atau adjective clause?

1. Fungsi. 
Noun clause adalah clause (klausa) yang difungsikan sebagai noun. Seperti halnya single noun (mis: book,  person, dst) dan noun phrase (mis: this book, the one, dst), noun clause juga dapat digunakan sebagai subject kalimat dan object kalimat.

Sebaliknya, adjective clause adalah klausa yang digunakan sebagai adjective. Sebagai adjective, adjective clause digunakan sebagai modifier yaitu untuk menerangkan noun dan pronoun, tetapi tidak pernah digunakan sebagai object kalimat.

Contoh:

Penggunaan Simple Past Tense

Rumus untuk Simple Past Tense adalah:

Subject + Verb2 + Object + Modifier

Contoh:
  1. Farmers in Magelang grew rice crops 6 months ago. (Petani-petani di Magelang bercocok tanam padi 6 bulan yang lalu).
  2. Transpiration started to increase 9 hours ago. (Transpirasi mulai meningkat 9 jam yang lalu).
Jika subject diikuti oleh adjective atau noun, gunakan be was jika subject-nya I, he, she, it atau noun yang dapat digantikan oleh he, she atau it, dan gunakan were jika subject-nya you, they, we atau noun yang dapat digantikan dengan you, they atau we.

Subject + (was/were) + adjective/noun

Contoh:
  • He was bad. (Dia (dulu) jelek).
  • She was a good football player. (Dia (dulu) pemain sepak bola yang bagus).
  • They were friends. (Mereka (dulu) berteman).

Penggunaannya Dalam Bahasa Inggris

1. Simple Past Tense digunakan untuk menyatakan kejadian-kejadian yang telah berakhir (completed action), yang terjadi pada waktu yang spesifik di masa lampau.

Contoh:
  • I went to Pati yesterday. (Saya pergi ke pati  kemarin).
  • He was my boyfriend. (Dia (dulu) adalah pacar saya).
  • The tsunami swept Timor Timor and more than a hundred thousand people died. (Tsunami menyapu Timtim Aceh dan lebih dari seratus ribu orang meninggal dunia).
  • This plant was 2 meter tall last month but it is almost 5 meters now. (Tanaman ini setinggi 2 meter sebulan yang lalu tapi tingginya hampir 5 m sekarang).
  • I was a very bad tennis player a year ago but I kick everybody’s ass now. (Saya (adalah) seorang pemain tennis yang sangat jelek satu tahun yang lalu tetapi saya mengalahkan semua orang sekarang).
2. Untuk membuat sub-clause dari unreal conditionals tipe kedua, yaitu jika faktanya dalam simple present tense.

Contoh:
  • If I had a pair of wings, I would fly as high as I could. (Jika saya punya sepasang sayap, saya akan terbang setingi saya bisa).
  • If he were here now, he could help us solve this math problem. (Jika dia di sini sekarang, dia dapat membantu kita memecahkan soal matematika ini).
  • If my English were very good, I wouldn’t need to read this. (Jika bahasa Inggris saya sangat bagus, saya tidak perlu membaca (tulisan) ini).
Dalam unreal conditional sentence, be yang digunakan selalu “were“.

3. Untuk membuat kalimat tidak langsung (indirect speech) jika kalimat langsungnya (direct speech) menggunakan simple present tense.

Contoh:
  • He said that he was tired. (Dia berkata bahwa dia lelah).
  • She said that she couldn’t find her book. (Dia berkata bahwa dia tidak dapat menemukan bukunya).
  • He said that he missed his girlfriend. (Dia bilang bahwa dia rindu pacarnya).

Anak Mendapat Perbendaharaan Kata Kerja

Berikut adalah contoh kata kerja, bisa dikembangkan sendiri perubahannya dengan mencoba kata kerja yang lain.

Contoh:


Verb1
Verb1 + es
Arti
go
do
box
watch
pinch
punch
study
cry
fly
try
press
pass
smash
brush
bath
sooth
wash
goes
does
boxes
watches
pinches
punches
studies
cries
flies
tries
presses
passes
smashes
brushes
bathes
soothes
washes
pergi
melakukan/mengerjakan
bertinju
menonton
mencubit
memukul
belajar
menangis
terbang
mencoba
menekan, tindis
lulus, meloloskan
memukul
menyikat
mandi
menenangkan
mencuci


Ijazah Paket A, Paket B, dan Paket C

Definisi Penggunaan dan Pola Dari Simple Present Tense

Berikut Penggunaan Simple Present tense dalam bahasa Inggris:

1. untuk menyatakan kejadian-kejadian yang terjadi secara reguler (regular happening).
Contoh:
  • The sun rises in the east and sets in the west. (Matahari terbit di timur dan tenggelam di barat).
  • The full moon comes every 30 days. (Purnama datang tiap 30 hari).
  • The planet earth takes 365 days to rotate the sun. (Planet bumi butuh 365 hari untuk mengelilingi matahari).
2. untuk menyatakan kebiasan-kebiasaan yang dilakukan oleh subject kalimat (habitual action); Kebiasaan-kebiasaan tersebut masih berlangsung sampai sekarang dan (mungkin) akan terus berlanjut ke masa yang akan datang (future).
Contoh:
  • My son always goes to school on foot. (Putra saya selalu pergi ke sekolah dengan berjalan kaki).
3. Untuk menyatakan argumen atau teori yang sudah jelas kebenarannya.
Contoh:
  • The prices of goods always increase when the good availabilities drop in market. (Harga-harga barang selalu naik ketika ketersedianya di pasar menurun).
  • Solar radiation is required during photosynthesis. (Radiasi surya dibutuhkan selama proses fotosintesis).
  • Twenty-five devided by twenty-five is equal to one. (25 dibagi 25 sama dengan 1).
4. Untuk menyatakan/mengekspresikan keadaan atau kondisi seseorang atau sesuatu pada saat sekarang (pada saat diekspresikan). Verbs untuk mengekspresikan seseorang atau sesuatu ini terkait dengan proses/keadaan di dalam otak, terkait dengan perasaan, terkait dengan panca indera,  dan terkait dengan kepemilikan. Verbs seperti ini secara kolektif disebut Stative Verbs. Verbs ini sering kita gunakan atau dengar dalam kehidupan sehari-hari.

> Terkait dengan proses/keadaan di dalam otak 
  • know (tahu)
  • believe (percaya)
  • understand (mengerti/paham)
  • imagine (membayangkan)
  • think (berfikir/mengira/kira)
  • recognize (mengenali)    
  • doubt (meragukan)
  • need (memerlukan/butuh)
  • prefer (lebih suka)
  • mean (berarti)
  • forget (melupakan/lupa)
  • remember (mengingat/ingat)
> Terkait dengan perasaan
  • hate (benci)
  • love (cinta)    
  • like (suka)
  • want (menginginkan/ingin)
> Terkait dengan panca indera
  • hear (mendengar)
  • see (melihat)
  • smell (mencium/tercium)
  • appear (muncul)    
  • sound (terdengar)
  • look (melihat/tampak)
  • seem (tampak)
  • taste (merasakan/terasa)
> Terkait dengan kepemilikan
  • have (mempunyai)
  • own (mempunyai)    
  • possess (mempunyai)
  • belong (milik)
Contohnya:
  1. I think I know him. (Saya kira/rasa saya tahu dia).
  2. I understand English better now. (Saya paham bahasa Inggris dengan lebih baik sekarang).
  3. I love you very much. (Saya sangat mencintai kamu).
  4. The song sounds good but I cannot catch every single word in it. (Lagu itu terdengar manis tapi saya tidak dapat menangkap satu kata pun dari lagu itu).
  5. The snack tastes so delicious. (Camilan itu terasa begitu lezat).
  6. I believe you. (Saya percaya kamu).
  7. The tragic accident sometimes appears in my mind. (Kecelakaan tragis itu kadang-kadang muncul di benak saya).
  8. She has two dogs and one cat. (Dia punya dua anjing dan satu kucing)
5. Untuk menyatakan fakta yang ada sekarang. Penekanannya lebih pada adanya fakta, bukan pada proses terjadinya fakta.Verb yang sering digunakan di sini antara lain: consist of, contain, include, exist, cost, be (is, am, dan are, atau be jika mengikuti modal auxiliary).

Contoh:
  1. She weighs more than 100 kg. She is very fat. (Dia beratnya lebih dari 100 kg. Dia sangat gemuk).
  2. I want to buy these shoes. How much do they cost? (Saya mau beli sepatu ini. Berapa harganya?).
  3. Cigarettes contain a lot of nicotine and other harmful substances. (Rokok-rokok mengandung banyak nikotin dan zat-zat berbahaya lainnya).
6. Untuk membuat request (permintaan/minta tolong) dan command (perintah).
Contoh:
  1. May I borrow your pen, please? (Boleh saya pinjam pulpenmu?).
  2. Make teams that consist of 5 people each! (Buatlah tim yang masing-masing terdiri dari 5 orang).
Note: 
Dalam simple present tense, sering digunakan adverb seperti: always (selalu), often (sering), usually (biasanya), sometimes (kadang-kadang), seldom (jarang), never (tidak pernah). Adverbs ini biasanya ditempatkan diantara subject dan verb. Tetapi jika kalimat menggunakan be, adverb ditempatkan setelah be (Lihat contoh 4). Walaupun disisipi adverb, bentuk verb tidak berubah. Artinya, jika subject-nya singular (orang ketiga tunggal), verbnya tetap singular (Lihat contoh 5). Selain adverbs, simple present tense juga sering disisipi modal auxilliary seperti can (dapat), may (boleh, mungkin), dan must (harus). (Lihat contoh 6). Dan ingat, gunakan plural verb setelah modal auxilliary. Singular verb tidak pernah digunakan setelah modal auxiliary (Lihat contoh 7).

Contoh :
  1. I usually watch Hollywood movies to maintain my English proficiency. (Saya biasanya nonton film-film Hollywood untuk mempertahankan kemampuan bahasa Inggris saya).
  2. They always arrive on time. (Mereka selalu tiba tepat waktu).
  3. My children sometimes go to Kuta Beach to practice their English. (Anak-anak saya kadang-kadang pergi ke pantai Kuta untuk melatih bahasa Ingggrisnya).
  4. He is never late. (Dia tak pernah telat).
  5. Because he seldom studies hard, he seldom gets good results. (Karena dia jarang belajar keras, dia jarang dapat nilai bagus).
  6. Can I go now? No, you can’t. You must stay here until we finish doing our homework. (Dapat saya pergi sekarang? Tidak. Kamu harus tetap di sini sampai kita selesai mengerjakan PR kita).
  7. He must go to see a doctor now. (Dia harus pergi ke dokter sekarang).
Rumus simple present tense

Subject + Verb1 + Object + Modifier 
Jika subject diikuti oleh adjective atau noun, gunakan be: is/am/are. Is digunakan jika subject-nya singular yaitu he, she, it dan noun yang dapat digantikan dengan subject pronoun he, she atau it; Am jika subject-nya I; Sedangkan, are jika subject-nya you, they, atau we.  Subject pronoun I, you, they, we, dan noun yang dapat digantikan dengan I, you, they atau we disebut plural subject.

Contoh:
  1. Farmers in Magelang grow rice crops twice a year. (Petani-petani di Magelang bercocok tanam padi dua kali setahun).
  2. Transpiration starts to increase at 9 a.m. (Transpirasi mulai meningkat jam 9 pagi).
Note: 
Pada contoh 1 digunakan plural verb karena subject-nya plural, sedangkan pada contoh yang ketiga digunakan singular verb [verb1 + (s atau es)] karena didahului oleh singular subject.
Hampir semua singular verb dibentuk dengan menambahkan huruf s diakhir verb1 (Verb1 + s ). Namun, mengingat jumlah verb sangat banyak, maka yang perlu dipahami/dihafal sekarang adalah kapan kita harus menambahkan es. Ketentuannya adalah jika verb1 berakhiran dengan huruf “o, x, ch, y, th, s,  dan sh” maka Verb1 + es.

Contoh:

Verb1
Verb1 + es
Arti
go
do
box
watch
pinch
punch
study
cry
fly
try
press
pass
smash
brush
bath
sooth
wash
goes
does
boxes
watches
pinches
punches
studies
cries
flies
tries
presses
passes
smashes
brushes
bathes
soothes
washes
pergi
melakukan/mengerjakan
bertinju
menonton
mencubit
memukul
belajar
menangis
terbang
mencoba
menekan, tindis
lulus, meloloskan
memukul
menyikat
mandi
menenangkan
mencuci

•    Huruf ‘y’ yang didahului oleh konsonan berubah menjadi ‘i’ (Lihat: studies, tries, cries).
•    Verb have (mempunyai) berubah secara tidak beraturan menjadi has.



Ijazah Paket A, Paket B, dan Paket C

Simple Present Tense Bentuk Negative dan Introgative

Bentuk negatif kalimat dalam Simple Present Tense dibuat dengan menambahkan kata bantu ‘do’ atau ‘does’ (tergantung dari subject kalimat)  dan  not, seperti terlihat dalam formula berikut:

Subject + (does/do) + not + Verb1 + Object + Modifier
Note:
a) Jika kalimat positifnya menggunakan singular verb (verb1 + s/es), gunakan kata bantu does sebelum not dan jangan lupa untuk merubah singgular verb tersebut menjadi verb1(lihat perbendaharaan kata kerja). Does not dapat disingkat doesn’t dan do not dapat disingkat don’t.
b) Jika kalimat positifnya menggunakan be (is, am atau are), kata bantu do atau does tidak diperlukan. Yang perlu dilakukan di sini hanyalah menyisipkan not setelah be, yang masing-masing dapat disingkat menjadi isn’t/ aren’t. Kontraksi am + not adalah ain’t, tetapi jangan gunakan kontraksi ini dalam tulisan/percakapan formal karena sangat tidak formal.

Contoh:
  • The sun does not rise in the west and does not set in the east. (Matahari tidak terbit di barat dan tidak tenggelam di timur).
  • The full moon does not come every 15 days. (Purnama tidak datang tiap 15 hari).
  • The planet earth does not take 400 days to rotate the sun. (Planet bumi tidak butuh 400 hari untuk mengelilingi matahari).
  • My son does not always go to school on foot. (Putraku tidak selalu pergi ke sekolah dengan berjalan kaki).
  • Mr. Bain does not always play badminton every Sunday morning. (Mr Bain tidak selalu main bulutangkis tiap minggu pagi).
  • Mr. Budi does not always drive a car to the office. (Mr. Budi tidak selalu naik mobil ke kantor).

Yes/ No Questions

Yes/No Questions untuk Simple Present Tense dibuat dengan menempatkan kata bantu does/do atau be is/am/are sebelum subject. Perhatikan formula berikut:

Does/Do + Subject + Verb1 + Object + Modifier?

Contoh:
  • Do farmers in Magelang grow rice crops twice a year? (Apakah petani-petani di MAgelang bercocok tanam padi dua kali setahun?).
  • Does transpiration start to increase at 9 a.m? (Apakah transpirasi mulai meningkat jam 9 pagi?).

Ijazah Paket A, Paket B, dan Paket C